logo


Korupsi Saat Wabah Corona, Ketua KPK: Ancaman Hukumannya Pidana Mati

Di tengah-tengah wabah corona KPK terus melakukan pemberantasan korupsi

21 Maret 2020 09:54 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri Dok. Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan bahwa pelaku korupsi saat bencana bisa diancam hukuman mati. Ia memberi peringatakan kepada semua pihak agar tidak melakukan tindakan korupsi di tengah-tengah wabah virus corona (Covid-19).

"Apalagi di saat sekarang, kita sedang menghadapi wabah corona. Masa sih ada oknum yang masih melakukan korupsi karena tidak memiliki empati kepada NKRI. Ingat korupsi pada saat bencana ancaman hukumannya pidana mati," kata Firli kepada wartaawan, Sabtu (21/3).

Firli mengatakan saat ini pihdaknya terus melakukan pemberantasan korupsi meski harus menghadapi risiko corona.


Sebut Keselamatan Rakyat yang Terpenting, Yusril: Pertimbangan Ekonomi Seharusnya Nomor Dua

"Rekan-rekan yang bertugas di penindakan saat ini tetap bekerja walau haruus menghadapi risiko Covid-19. Begitu juga halnya dengan rekan-rekan kami baik penyelidik maupun penyidik, mereka tetap melakukan kegiatan di beberapa daerah provinsi untuk melakukan kegiatan untuk mencari dan menemukan peristiwa korupsi, meminta keterangan para saksi dan melakukan penggeledahan untuk mencari serta mengumpulkan baarang bukti," jelasnya.

Menurutnya, wabah virus corona tidak akan menghentikan semangat KPK dalam memberantas korupsi.

"Walaupun suasana penuh keprihatinan, tapi kami tetap semngat dalam upaya pemberantasan korupsi, membangun dan menggelorakan semangat budaya antikorupsi," ungkapnya.

Firli mengatakan bahwa KPK juga memonitoring kegiatan penanganan virus corona.

"Saya kira, semua pihak saat ini fokus kepada penanganan corona virus dan KPK pun memberikan perhatian dengan melakukan monitoring atas kegiatan tersebut, ini juga tidak kalah pentingnya, karena wujud kecintaan sesama anak negeri. Semoga semuanya bisa cepat tertangani," ujar Firli.

Memutus dan Menghentikan Sebaran Virus Covid-19, Gabungan Lockdown, Isolasi, Karantina dan Social Distancing

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×