logo


Jokowi dan Anies Tangani Corona, Pengamat: Ada Semacam Kompetisi Antar Keduanya

Namun, Wasisto melihat Jokowi dan Anies Baswedan sama-sama memiliki misi mulia dalam menekan penyebaran pandemi global tersebut

21 Maret 2020 06:05 WIB

Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat
Anies Baswedan ungkap, ibukota pindah maka sektor pariwisata dan industri perhotelan meningkat beritagar.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati mengharapkan adanya sinergi antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam upaya penanggulangan virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Wasisto lebih menyoroti ketidaksepahaman Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI. Namun, ia melihat Jokowi dan Anies Baswedan memiliki misi mulia dalam menekan penyebaran pandemi global tersebut.

"Saya pikir ada semacam kompetisi antar keduanya dalam penanganan persoalan ini. Respons pemerintah pusat yang lamban soal corona kemudian ditangkap Anies untuk mengeluarkan kebijakan daerah. Sementara Anies sendiri buat kebijakan yang belum memerhatikan daya dukung personel yang kuat. Namun, sepertinya kedua sudah bersinergi" kata Wasisto, seperti dilansir dari Tagar, Sabtu (21/3).


Kasihan! Bayi 4 Bulan Jadi Pasien PDP Corona di Yogyakarta

Lebih lanjut, ia mengkritik kebijakan Anies terkait pembatasan transportasi publik dengan dalih memberikan efek kejut kepada warga Jakarta. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam lagi sebelum diterapkan.

"Harusnya dalam situasi saat ini ya angkutan umum ditambah, bukan dikurangi. Pembatasan angkutan di negara maju dilakukan karena pemerintahnya sudah mengeluarkan kebijakan social distancing jauh-jauh hari, sehingga secara bertahap mengurangi jumlah penumpang ke kantor atau sekolah," ujar dia.

Selain itu, kata Wasisto, Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat belum terlihat melakukan sosialisasi kebijakan secara menyeluruh terhadap masyarakat. "Pemerintah cenderung parsial dalam mengeluarkan kebijakan tanpa kasih sosialisasi tata tertib, misal jarak antre per penumpang minimal 1,5 meter dan pengaturan jarak per penumpang dalam angkutan." tukasnya.

Genjot Daya Beli Masyarakat saat Pandemi COVID-19, Kementerian PUPR Percepat Realisasi Program Padat Karya 2020

Halaman: 
Penulis : Iskandar