logo


Sindir Anies Soal Corona, Denny Siregar: Dia Muncul Seolah-olah Pahlawan yang Sigap Bertindak

Denny Siregar menganggap Anies sengaja memanfaatkan situasi corona untuk mencari panggung

20 Maret 2020 10:09 WIB

Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang.
Denny Siregar dan Ahok saat berada di Rumah Lembang. Media Indonesia

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat politik sekaligus penulis Denny Siregar menyayangkan sejumlah oknum yang sengaja memanfaatkan situasi di tengah merebaknya virus corona demi kepentingannya sendiri.

Pihak yang dimaksud Denny merujuk pada satu nama, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia menyebut Anies selalu menebar ketakutan di masyarakat terkait corona.

“Saat pemerintah pusat berpikir keras bagaimana bisa menghadapi wabah tanpa membuat kepanikan yang akan menghancurkan ekonomi, ada saja yang mencari panggung dalam situasi ini,” kata Denny Siregar, seperti dilansir dari Tagar pada Jumat (20/3).


Liburan ke Eropa Saat Mewabah Corona, PDIP Ingatkan Krisdayanti

“Panggung itu dibuat oleh Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta. Anies seperti tidak mau koordinasi dengan pusat. Dia terus-menerus membangun ketakutan di masyarakat, bahwa situasi genting, ada potensi 6000 orang akan terinfeksi, dan segala macam narasi yang membuat situasi seperti mau perang,” lanjutnya.

Menurutnya, Anies ingin menjadi pahlawan atas kepanikan yang diciptakannya sendiri. Denny pun menganggap strategi tersebut berhasil menggiring masyarakat untuk mendukung gagasan Anies.

“Ketika kepanikan sudah menyebar, dia mengambil langkah seolah-olah sebagai pahlawan yang sigap bertindak dan menyelamatkan banyak orang. Lalu kegaduhan pun dimulai,” ujar Denny.

“Narasi Anies lumayan berhasil. Banyak warga yang berteriak supaya Indonesia menutup diri. Lockdown, istilahnya. Dan Anies muncul sebagai pahlawan yang dipuja-puja, bahkan oleh mereka yang dulu bukan pendukungnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Denny memuji Presiden Joko Widodo yang berupaya menghentikan politisasi bencana oleh petinggi daerah. Hal itu, kata dia, membuat panggung yang dirancang oleh pihak Anies pun rubuh.

“Karena itu Jokowi langsung mengambil tindakan keras dan cepat, menetapkan status bencana dan membentuk gugus tugas reaksi cepat untuk penanganan wabah di bawah kendali Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB,” jelas dia.

“Dan ketika gugus itu terbentuk, otomatis kendali daerah langsung diambil alih oleh pusat. Anies Baswedan didatangi Mendagri, dan diminta untuk tidak bertingkah lagi. Anies mau tidak mau harus diam. Panggungnya pun hilang. Lampu sorot padam, dan teriakan puja-puji itu pun redam,” tukas Denny.

Puji Jokowi Akhiri Politisasi Corona, Denny Siregar: Bencana Jangan Dimainkan untuk Menaikkan Nama

Halaman: 
Penulis : Iskandar