logo


Dua Terdakwa Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Terancam Hukuman 12 Tahun

"Rahmat Kadir Marhulette tidak suka atau membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia," kata Jaksa Penuntut Umum

19 Maret 2020 19:05 WIB

Penyerang Novel Baswedan
Penyerang Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dua terdakwa kasus penyerangan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yakni Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette, terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara karena tindakan mereka termasuk dalam kategori penganiayaan berat.

Keduanya didakwa dengan tiga pasal berlapis yakni pasal 355 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP, pasal 353 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan pasal 351 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP mengenai penganiayaan berat yang direncanakan dengan hukuman paling lama 12 tahun penjara.

"Terdakwa Ronny Bugis bersama-sama dengan Rahmat Kadir Mahulette pada Sabtu, 8 April 2017 sampai dengan Selasa 11 April 2017 sekitar pukul 05.10 WIB di Jl. Deposito Block T No.10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, melakukan atau turut serta melakukan perbuatan penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu," kata Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sewaktu membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Kamis (19/3).


KPK Terus Pantau Sidang Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan

Jaksa mengatakan bahwa motif kedua terdakwa dalam melakukan aksi penyerangan air keras karena alasan pribadi. Keduanya menganggap Novel Baswedan telah mengkhianati dan melawan Polri.

"Rahmat Kadir Marhulette tidak suka atau membenci Novel Baswedan karena dianggap telah mengkhianati dan melawan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Selanjutnya, Rahmat menemukan alamat Novel Baswedan dari internet," jelas jaksa.

Peringatkan Pemda Soal Anggaran Corona, KPK: Jangan Dikorupsi!

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia