logo


Lega, Erick Thohir Borong 500.000 Alat Tes Corona dari China

Rapid test ini bukan tes terakhir, jika positif (corona) akan melangkah lagi ke tes lab

19 Maret 2020 09:45 WIB

kompas.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir turut ambil tindakan di tengah merebaknya corona atau Covid-19 di Indonesia. Ia memberi intruksi perusahaan BUMN agar memesan 500.000 alat rapid test virus corona dari China.

“Kami sudah pesan sekitar 500.000. RNI lagi kerja sama dengan China itu mau produksi rapid test corona,” kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga, dikutip dari Tagar pada Kamis, (19/3).

Pengadaan alat tes virus tersebut memungkinkan untuk melakukan pengecekan secara massal. Arya menerangkan jika alat rapid test yang sedang dipesan mirip seperti test pack untuk mengecek kehamilan. Hasil tes, lanjut dia, bisa diketahui dalam waktu kurang dari tiga jam.


Antisipasi Corona, Ganjar Pranowo Akan Tiru Kebijakan Korea Selatan

“Walaupun rapid test ini bukan tes terakhir, kalau dia positif (corona), dia melangkah lagi ke tes lab. Paling tidak dia sudah punya kepastian tahap awal. Jadi indikasi corona langsung ketahuan. Kalau sudah ada kecenderungan corona langsung test swab,” jelasnya.

Menurutnya, harga rapid tes lebih terjangkau daripada tes yang ada saat ini. Kendati begitu, Arya tak membeberkan rincian biaya untuk membeli alat ini.

“Enggak mahal. Yang pasti lebih murah dari tes di rumah sakit,” katanya.

Sebelumnya, juru bicara pemerintah dalam penanganan corona, Achmad Yurianto, menyebutkan jumlah positif penderita corona sebanyak 227 orang dengan jumlah korban meninggal 19 orang, tercatat hingga Rabu, 18 Maret 2020.

Rumah Sakit Penuh, Ketua DPR Minta Gedung Tak Terpakai Dijadikan Rumah Sakit

Halaman: 
Penulis : Iskandar