logo


Batasi Operasional Transportasi Publik, Ternyata Ini Alasan Anies Baswedan

Anies ingin memberi efek kejut bagi masyarakat agar menyadari bahaya corona

18 Maret 2020 15:45 WIB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Suratkabar.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tujuan dari pembatasan operasional transportasi publik demi memberi efek kejut kepada masyarakat supaya menyadari bahaya corona.

Menurutnya, pemberlakuan aturan tersebut bisa mengakibatkan antrean panjang sehingga membuat masyarakat mengerti.

"Tujuannya mengirimkan pesan kejut kepada seluruh penduduk Jakarta bahwa kita berhadapan dengan kondisi ekstrem. Jadi ketika orang antre panjang, baru sadar, oh iya Covid-19 itu bukan fenomena di WA yang jauh sana. Ini ada di depan mata," kata Anies dalam unggahan video pertemuan pertama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu (18/3).


Dianggap Sumber Kerusuhan, Massa Bakal Geruduk Balai Kota

"Kalau kita tidak memberikan pesan efek kejut, ini penduduk di kota ini masih tenang-tenang saja. Yang tidak tenang itu, siapa yang menyadari ini? Petugas medis. Petugas medis itu yang di depan sana, yang melihat satu per satu jatuh. Tapi kalau secara umum, kita tidak merasakan itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Anies membatasi operasional transportasi publik seperti Transjakarta dan MRT pada Senin lalu (16/3). Namun, dicabut berdasarkan kehendak Presiden Joko Widodo karena terjadi penumpukan antrean di sejumlah titik.

Dampak Corona, Habib Rizieq Liburkan Majelis Rutinan

Halaman: 
Penulis : Iskandar