logo


Jaga Psikologi Pasar, Pemerintah Diminta Pastikan Stok Pangan Jelang Ramadan

Berbagai kebutuhan pokok pangan dan makanan olahan harus dalam kondisi mencukupi

18 Maret 2020 14:12 WIB

Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang.
Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang. beritajakarta.com

Kuota Khusus untuk DKI Jakarta

Sarman mengatakan bahwa Kementerian Pertanian dan Perdagangan sudah saatnya memberikan kuota khusus kepada Pemprov DKI Jakarta akan berbagai kebutuhan pokok yang harus diimpor.

"Selama ini BUMD pemropv DKI Jakarta PT. Tjipinang Food Station selalu gencar melakukan operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga tidak pernah mendapat keistimewaan atau fasilitas khusus disamakan dengan importir swasta, ini sangat dilematis," sebutnya.


Mentan Syahrul Operasi Pasar Bawang Putih dan Cabai di Solo

Menurut Sarman, untuk menjamin ketersediaan berbagai kebutuhan pokok pangan menjelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri, sudah saatnya PT. Tjipinang Food Station mendapat kuota khusus dan izinnya sudah harus diberikan agar proses impornya segera berjalan.

"Dua minggu terakhir ini harga gula di Jakarta dan sekitarnya sudah mulai meranjak naik, ini semua karena pasokan sudah mulai tersendat, ini salah satu komoditi yang sudah harus mendapat perhatian. Kita tidak mau nantinya jika terjadi gejolak harga saling menyalahkan bahkan yang dituduh mulai dari importir sampai pedagang yang bermain," katanya.

Sarman menyebut bahwa pejabat tidak ingin disalahkan nantinya jika terjadi gejolak harga pokok dalam pasar,

"Pasar tidak pernah bohong,teori ekonominnya sangat sederhana, demand dan supply. Jika demand dan supply seimbang harga stabil akan tetapi jika tidak seimbang ya bergejolak. Hanya memang karakter para pejabat kita tidak mau disalahkan dan mengakui kesalahan atau kelalaian jika terjadi gejolak karena takut kehilangan jabatan," jelasnya.

Sarman berharap tahun ini tidak terjadi gejolak harga pokok pangan di tengah wabah Covid-19 ini. Ia meminta Presiden Joko Widodo untuk mengawasi kinerja para menterinya.

"Sebagai asosiasi pedagang pasar kita berharap agar tahun ini tidak terjadi gejolak harga pokok pangan ditengah keseriusan kita melawan epidemi Covid 19, jangan lagi ditambah beban masyarakat akan terjadinya gejolak harga pokok pangan. Presiden Joko Widodo agar memonitor kinerja para Menteri yang terkait dengan permasalahan ketersediaan harga pokok pangan," kata Sarman.

"Presiden jangan ragu untuk melakukan evaluasi,jika pada kenyataannya tidak mampu menjaga stabilisasi harga. Sesuai dengan janji pak Presiden saat membentuk kabinetnya butuh menteri yang inovatif, produktif, pekerja keras cepat mengambil keputusan dan mengeksekusi program," pungkasnya.

Agar Distribusi Pupuk Lancar, Kementan Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata