logo


Ketua MPR Ingin 49 TKA China Dicek dan Diisolasi

Bamsoet mendorong pemerintah mengecek kesehatan 49 TKA China yang masuk ke Indonesia untuk cegah cirus corona

17 Maret 2020 16:22 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengomentari masuknya 49 warga negara China ke Indonesia melalui Sulawesi Tenggara (Sultra) ditengah merebaknya pandemi virus corona Covid-19.

Dia mendorong Pemerintah melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk segera mendatangi lokasi perusahaan di kawasan industri Virtue Dragon Nickel Industry tempat para warga negara Cina bekerja untuk mengecek kondisi kesehatan dan mengisolasi Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tersebut.

“Ini sebagai upaya mencegah masuknya virus Covid-19 di wilayah tersebut,” ujar Bamsoet di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3/2020).


Hormati Fatwa MUI Soal Salat Jumat di Masa Corona, Kemenag: Kemaslahatan dan Kesehatan Umat Harus Diutamakan

Politisi Partai Golkar ini juga mendorong Pemerintah agar memperlakukan Warga Negara Cina tersebut secara tegas dengan perlakuan yang sama serta membatalkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan tersebut, mengingat dalam situasi seperti ini tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap Warga Negara Asing (WNA) manapun.

Pemerintah juga didorong untuk mengevaluasi sistem penjagaan di setiap pintu masuk Indonesia, terutama di wilayah perairan Indonesia/pelabuhan, serta bersama Polair untuk meningkatkan pengawasan dengan melakukan patroli dan penjagaan laut di perbatasan.

“Hal ini guna meminimalisir masuknya WNA yang tidak memiliki izin tinggal ataupun bekerja,” kata Bamsoet.

“Saya juga Pemerintah dalam situasi saat ini untuk memperketat perizinan bagi para WNA yang ingin berkunjung maupun tinggal/bekerja di Indonesia, serta agar tetap melakukan karantina kesehatan bagi setiap WNA yang masuk ke Indonesia, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19,” pungkasnya.

Diketahui ditengah merebaknya pandemi Covid-19, sebanyak 49 warga negara China masuk ke Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk bekerja dengan memakai visa kunjungan dan mendapatkan persetujuan kartu kewaspadaan kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta tanpa karantina kesehatan.

Denny Siregar Soal Lockdown: Negara Jatuh Bukan Karena Virus, Tapi Karena Ekonomi Runtuh

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata