logo


Soal Penanganan Corona, Indo Barometer Sebut Tindakan Pemerintah Sudah Cukup Baik

Ha tersebut terkait upaya penanganan terutama pencegahan semakin intensif terutama dalam menekan penyebarannya.

17 Maret 2020 13:31 WIB

Pasien Suspect Corona di Rumah Sakit Yogyakarta
Pasien Suspect Corona di Rumah Sakit Yogyakarta Twitter

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Peneliti senior Indo Barometer, Asep Saepudin menyebut keputusan pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani virus corona tipe baru atau Covid-19 sudah cukup baik. Hal itu terkait bentuk upaya seperti pencegahan yang kian intensif.

“Seperti sosialisasi tata cara mencegah Covid-19 terhadap manusia (masyarakat), update jumlah pasien terinfeksi, koordinasi dengan berbagai pihak, jaminan fasilitas kesehatan (dokter, puskesmas, dan rumah sakit), tersedianya call center bagi masyarakat, terutama yang terinfeksi, isolasi bagi pasien positif COVID-19, penyemprotan anti virus, membuat aturan larangan berkerumun, memberikan penyuluhan kesehatan dan sebagainya,” kata Asep, seperti dikutip dari Tagar pada Selasa (17/3).

Kendati begitu, Asep menilai pemerintah pusat maupun daerah lamban dalam merespon dampak non kesehatan, seperti halnya aspek ekonomi. Ia mencontohkan harga bahan pokok (sembako) yang menjadi kurang stabil di sejumlah daerah.


Pemerintah Perpanjang Masa Darurat Bencana Corona

Selain itu, lanjut dia, barang kesehatan seperti masker yang terbatas bahkan mendekati langka dengan harga fantastis. Obat pereda sakit batuk, demam, flu, sakit kepala atau semua jenis penyakit yang mirip dengan Covid-19 mendadak disasar masyarakat.

“Kemudian lakunya produk cuci tangan seperti hand wash, sanitizer, dettol dan lain sebagainya. Hingga masalah munculnya oknum yang memanfaatkan epidemi Covid-19 ini sebagai lahan bisnis,” terang dia.

Asep juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari wabah corona. Berdasarkan hasil analisa, terjadi perubahan perilaku masyarakat terlebih usai banyaknya pemberitaan dan pembahasan di berbagai media, antara lain media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube.

“Di masyarakat secara langsung banyak pembahasan tentang Covid-19 sudah menjadi perbincangan serius dan masif. Kekhawatiran masyarakat pun sangat terlihat di banyak kondisi. Seperti sepinya angkutan umum, di bioskop, kunjungan ke mall dan pasar. Keramaian justru nampak di rumah sakit dan tempat lainnya yang berhubungan dengan kesehatan,” tandasnya.

Setuju Perang Lawan Corona, Fadli Zon: Kelihatannya Masih Wait and See, atau Nunggu Wangsit

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex