logo


Kesaksian Pasien Suspect Corona: Fasilitas Kita Masih Sangat Terbatas

Fachri juga sempat berbicara dengan dokter dan sepakat jika Indonesia belum siap hadapi corona

17 Maret 2020 12:08 WIB

kompas internasional

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pasien suspect Covid-19, Fachri Muhctar membagikan pengalamannya terkait proses pemeriksaan untuk memastikan seseorang positif terjangkit virus corona. Ia menceritakan kebermulaan dirinya ditetapkan sebagai pasien suspect corona berdasarkan gejala dan riwayat perjalanannya sehingga harus dimasukkan ke ruang isolasi khusus.

“Jadi gua masuk RS tuh kemaren sore, setelah sakit sesak dan batuk gua gak kunjung membaik padahal udah minum obat dokter. Akhirnya gua putuskan buat pergi ke RS Rujukan. Sampe sana langsung masuk IGD buat diperiksa, mulai dari ditanya-tanya, cek darah sampe rontgen paru,” ungkapnya lewat thread Twitternya @fmuchtar_ pada Selasa (17/3).

“Habis gua rontgent paru, gua dipindahkan lah ke ruang dekontaminasi, itu isinya orang batuk semua. Pokoknya batuk, mau dia terindikasi corona atau enggak digabung di situ. Satu ruangan bisa berisi 4-5 orang dengan ukuran ruangan yang gua kira paling 2x3 meter,” lanjutnya.


Mahfud Sebut Pemerintah Akan Alihkan Dana Proyek untuk Kesehatan Rakyat, Fadli: Kelihatannya Baru Siuman

“Di ruangan itu, ada 3 pasien tidur di ranjang pasien dan 2 orang duduk di kursi roda karena gak muat,” terang Fachri.

“Nah, setelah nunggu beberapa jam (mungkin sekitar 1-2 jam), gua dikabarkan kalo gua adalah pasien suspect Covid-19 berdasarkan gejala dan riwayat perjalanan gua. Akhirnya gua dipindahkan ke ruang khusus isolasi pasien Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, Fachri juga menyebut jika hasil tes swab (tes corona) bisa diketahui paling lambat 3 hari. Ia menjelaskan bahwa usai menjalani tes tersebut dianjurkan untuk pulang dan karantina mandiri di rumah sembari menunggu hasil.

“Kalo positif, ya kita bakal dijemput pake ambulans. Ini juga dilakukan karena jumlah ruang isolasi terbatas, sedangkan jumlah pasien suspect dan positif terus nambah,” kata Fachri.

Fachri juga mengaku sempat berbicara dengan dokter. Di situ pula diakui jika Indonesia belum siap untuk menghadapi virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut.

“Tadi gua sempet ngobrol juga sama dokternya, dan dia mengakui kalo Indonesia tuh gak siap ngadapin corona. Sangat gagap bahkan dalam pelayanan medis. Dengan metode tes swab yang kayak sekarang, gak heran kalo banyak yang underdiagnosed,” ujarnya.

“Kenapa gua bilang banyak yang underdiagnosed (Jumlah angka official jauh lebih kecil dr jumlah kasus real di lapangan)? ya karena ga semua orang bisa ngecek dan mau ngecek. Fasilitas kita masih sangat terbatas, bahkan petugas medis yang nanganin pasien aja gak bisa tes swab,” cetusnya.

Deddy Corbuzier Geram, PDP Corona Dilepas Tanpa Pengawasan

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×