logo


Besok, Jumlah Armada Transjakarta dan MRT Dikembalikan Seperti Semula

"Kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta,” ujar Anies Baswedan

16 Maret 2020 20:45 WIB

Bus Transjakarta.
Bus Transjakarta. Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memastikan jumlah armada bus Transjakarta dan MRT akan dikembalikan seperti semula seperti hari-hari sebelumnya.

Menurutnya kebijakan ini akan mulai diberlakukan mulai besok, pada hari Selasa tanggal 17 Maret 2020.

“Sesuai dengan arahan bapak presiden terkait penyelenggaraan kendaraan umum massal untuk masyarakat, maka kami kembali menyelenggarakan dengan frekuensi tinggi untuk penyelenggaraan kendaraan umum di Jakarta,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Senin (16/3/2020).


DKI Jadi Wilayah Penularan COVID-19 Paling Tinggi, Warga Diminta Lakukan Social Distancing

Anies memastikan jarak antar bus/kereta atau hideway yang rapat di MRT atau Transjakarta akan berlaku kembali saat jam sibuk. Dengan demikian bisa lebih banyak warga yang diangkut nanti.

"Hideway itu artinya jarak antar bus lebih rapat, sehingga bisa banyak bus yang mengangkut. Untuk MRT juga begitu hampir sama, jaraknya di jam rush hour akan kembali seperti semula, lima menit," tuturnya.

Tak hanya itu, juga akan ada pembatasan jumlah antrian di dalam halte maupun jumlah antrian di dalam Stasiun.

Menurutnya hal ini dilakukan untuk mengurangi resiko penularan wabah Virus Corona (Covid-19).

“Ini semua punya konsekuensi bahwa antrian akan lebih banyak di luar halte dan di luar Stasiun. Antrian di luar halte dan di luar stasiun di ruang terbuka dari diskusi dengan para ahli mengurangi tingkat risiko penularan dari pada antrian dan kepadatan di dalam ruang tertutup,” kata Anies.

“Karena itu pembatasan jumlah penumpang gerbong dan perbua menjadi penting sekali untuk memastikan bahwa jarak fisik antar satu penumpang dengan penumpang yang lainnya baik pada saat menuju kendaraan umum maupun selama berada dalam kendaraan umum tetap terjaga,” pungkasnya.

Wabah COVID-19: 169.387 Orang Terinfeksi, 77.257 Sembuh

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Tino Aditia