logo


Terdampak COVID-19, APBN 2020 Defisit Lebih dari Rp 120 Triliun

“Nilainya Rp120 triliun sendiri. Karena belanja tidak kita rem tapi penerimaan menurun," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani

14 Maret 2020 17:00 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut defisit APBN 2020 diperkirakan akan meningkat hingga mencapai Rp 120 triliun. Defisit ini merupakan dampak atas mewabahnya virus Corona atau COVID-19 pada sektor ekonomi.

“Nilainya Rp120 triliun sendiri. Karena belanja tidak kita rem tapi penerimaan menurun. Jadi itu adalah kebijakan by design yang kami lakukan yaitu relaksasi defisit yang menjadi lebih besar,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jumat (13/3) kemarin.

Hingga 14 Maret 2020 ini, pemerintah diketahui telah mengeluarkan 2 stimulus sebagai respon atas penyebaran virus Corona. Stimulus tersebut meliputi pembebasan pajak penghasilan karyawan atau PPh pasal 21 di sektor manufaktur selama 6 bulan, serta penundaan pembayaran PPh pasal 22 dan pasal 25.


Menteri Keuangan Sebut Defisit APBN Tahun 2020 Meningkat Jadi 2,5 Persen

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut nilai stimulus kedua mencapai sekitar Rp 22,9 triliun. Selain itu, pemerintah juga sudah mengeluarkan stimulus yang mencangkup sektor pariwisata, sektor properti sekaligus kartu sembako yang mencapai Rp 10,2 triliun pada Februari 2020 lalu.

“Stimulus kedua Rp22,9 triliun dan paket pertama Rp10,2 triliun. Kami akan terus memelajari dampak Covid-19 ini,” ucap Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jumat (13/3).

 

Sri Mulyani Gelontorkan Dana Tambahan Hampir Rp 1 Triliun Bantu Penanganan COVID-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia