logo


Wirausaha Muda di Industri Otomotif

Dunia industri otomotif adalah industri yang bernilai triliunan rupiah di Indonesia. Industri otomotif mempunyai rantai distribusi yang sangat panjang dan memberikan konstribusi yang besar kepada pereknomian Indonesia sebesar 72 triliun berdasarkan data y

17 November 2021 15:31 WIB

Pekerja di sebuah pabrik mobil di Jerman
Pekerja di sebuah pabrik mobil di Jerman istimewa
dibaca 511 x

Dunia industri otomotif adalah industri yang bernilai triliunan rupiah di Indonesia. Industri otomotif mempunyai rantai distribusi yang sangat panjang dan memberikan konstribusi yang besar kepada pereknomian Indonesia sebesar 72 triliun berdasarkan data yang dirilis oleh Kemenperin di tahun. Lebih dari 1,5 juta orang terlibat dalam keseluruhan rantai nilai industri otomotif dan 38 ribu orang bekerja langsung di undustri otomotif tersebut. Hal ini terlihat bahwa salah satu upaya pemerintah untuk membangkitkan perekonomian Indonesia yang terkena dampak pandemi, maka industri yang pertama diberikan insentif adalah industri otomotif berupa kebijakan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil baru di tahun 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan efek langsung kebijakan tersebut kemudian sangat berdampak terhadap pereknomian Indonesia. Pembelian mobil meningkat sebesar 72% dan produksi naik sebanyak 121%. Dibandingkan dengan tahun 2020, pertumbuhan ekonomi year on year di kuartal III 2021 naik sebesar 23% dibanding tahun 2020. Mengingat dampaknya yang besar terhadap perkenomian Indonesia maka tidak heran pemerintah terkesan menganak emaskan industri otomotif karena dampak langsungnya yang berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak.

Melihat potensi industri otomotif yang luar biasa, sekelompok mahasiswa BINUS University Kampus Alam Sutra yang bernama ADR Signatures yang terdiri dari Delvin Hubert dan Raihan Raul Razin pada bulan Desember 2019 berusaha untuk terlibat di dalam industri otomotif dengan membuat kreasi produk perawatan kendaraan dalam kemasan botol. Startup ini memiliki tujuan untuk memberikan solusi perawatan exterior, interior, dan ruang mesin kendaraan kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mekanisme penjualan dan pemasaran secara online. Hal ini didasari pada pengamatan mereka terhadap kebutuhan pemilik kendaraan untuk merawat kendaraan miliknya sendiri saat sedang libur di rumah.


Raksasa Teknologi China Ini Segera Produksi Mobil Listrik

Coach Stievan Kurniadi Halim dari BINUS Incubator Alam Sutra yang menjadi pendamping para mahasiswa ini mengatakan bahwa para mahasiswa ini dilatih untuk memahami terlebih dahulu kebutuhan calon konsumen dengan cara menentukan siapa target konsumen mereka dan kemudian melakukan validasi ide berdasar kebutuhan konsumen, membuat prototipe produk dan kemudian melakukan validasi prototipe produk tersebut sebelum meluncurkan produknya di pasar.

“Prinsip kami adalah bahwa sebuah bisnis harus tercipta berdasarkan kebutuhan yang riil di pasaran dan bukan hanya karena keinginan dan kemampuan mahasiswa dalam menciptakan sebuah produk,” ungkap Coach Stievan. “Bisnis yang tercipta berdasarkan kebutuhan riil di pasar akan mampu bertahan dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang terus berubah dan tuntutan konsumen yang semakin tinggi saat ini. Sedangkan jika sebuah produk masuk ke pasar tanpa adanya kebutuhan yang riil, maka akan cukup sulit bagi pengusaha untuk mengedukasi pasar dan berusaha untuk diterima di pasar tersebut”, tambah Stievan lagi.

Berdasarkan keyakinan ini maka Coach Stievan merasa yakin bahwa para mahasiswa yang tergabung dengan ADR Signatures ini akan mampu bersaing di industri perawatan kendaraan karena dalam proses pendampingan, anak anak ini berusaha dengan keras untuk menggali kebutuhan konsumen, pola belanja konsumen, pola kerja konsumen dan validasi prototipe produk mereka.

Di HUT Ke-75 BNI, Sandiaga Berbagi Kiat Memulai Bisnis

Halaman: 
Admin : Vicky Anggriawan, Aurora Denata