logo


Raja Belanda Minta Maaf, Ketua MPR: Modal Besar bagi Belanda dan Indonesia

Bamsoet menyambut baik permintaan maaf Raja Willem terkait kekerasan yang dilakukan Belanda kepada Indonesia zaman dulu

12 Maret 2020 11:04 WIB

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. twitter @DPR_RI

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan Raja Belanda Willem Alexander atas berbagai kekerasan yang dilakukan Belanda pasca Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Bamsoet menyebut sejarah berbagai kekerasan tersebut antara lain, agresi militer di Jawa dan Sumatera pada 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947, agresi militer II pada 19 Desember 1948 di Yogyakarta, pembunuhan rakyat sipil di Sulawesi Selatan pada Desember 1945 hingga Februari 1947 yang dikenal dengan Pembantaian Westerling.

"Namun sejarah juga mencatat pada 10 Maret 2020, Raja Belanda Willem Alexander telah menyampaikan permohonan maaf. Sikap tersebut sekaligus langkah maju dalam penguatan hubungan Belanda - Indonesia,” ujar Bamsoet di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2020).


Dunia Hadapi Krisis Ekonomi dan Indonesia Memikirkan Ibu Kota Baru, Andi Arief: Gak Nyambung

“Setelah pada tahun 2015 pemerintah Belanda melalui Menteri Luar Negerinya, Bernard Bot, secara politis dan moral mengakui Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Sebelumnya, pemerintah Belanda hanya mengakui kemerdekaan RI pada 27 Desember 1949," imbuhnya.

Politisi Partai Golkar ini menilai tidak semua pemimpin negara mau mengakui dan meminta maaf atas berbagai kejadian yang dilakukan oleh negaranya terhadap negara lain. Sebagai Kepala Negara, Raja Belanda Willem Alexander menunjukan kepada dunia kebesaran hati untuk meminta maaf.

Raja Belanda Minta Maaf Sudah Jajah Indonesia

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata