logo


PA 212 Disebut Kelompok Ekstremis, Novel Bamukmin: Dubes India Harus Menarik Ucapannya dan Minta Maaf

Novel Bamukmin mengklaim PA 212 Cs justru ingin menciptakan kedamaian

12 Maret 2020 07:00 WIB

Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Novel Bamukmin (tengah).
Sekretaris Jenderal DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta, Habib Novel Bamukmin (tengah). Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengharapkan Duta Besar India untuk Indonesia Pradeep Kumar Rawat menyampaikan permintaan maaf lantaran telah menyebut tiga organisasi masyarakat (ormas) yang terlibat aksi di Kedutaan Besar (Kedubes) India dianggap sebagai kelompok ekstremis.

Ketiga ormas merujuk pada PA 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U). Sebelumnya, mereka meminta pertikaian berdarah antara pemeluk agama Hindu-Islam di India dihentikan.

"Pradeep harus menarik ucapannya dan meminta maaf kepada alumni 212," kata Novel, seperti dikutip dari Tagar pada Kamis (12/3).


Terkait Aksi FPI Cs di Kedubes India, Novel Bamukmin: Haram Kita untuk Mundur

Menurutnya, aksi yang diselenggarakan pihaknya itu justru ingin mengupayakan terciptanya kedamaian di India.

"Justru kami mujahid 212 yang bisa mengumpulkan orang terbanyak di dunia dengan aman dan damai," ujar Novel.

Seruan Tak Digubris, PA 212: Kami Akan Demo Lagi Berjilid-jilid

Halaman: 
Penulis : Iskandar