logo


Kementerian Perhubungan Naikkan Tarif Ojek Online, Gojek: Sejalan dengan Aspirasi dari Mitra Driver

"Ini juga sejalan dengan aspirasi dari mitra driver yang disampaikan salah satunya melalui forum komunikasi rutin kami," kata Head of Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda

10 Maret 2020 17:30 WIB

Ilustrasi Go-jek.
Ilustrasi Go-jek. JITUNEWS/Rezaldy

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif transportasi online sudah sesuai dengan permintaan dan aspirasi pengemudi ojek online. Hal itu disampaikan oleh Head of Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda dilansir dari Antara pada Selasa (10/3).

"Gojek mematuhi aturan pemerintah untuk memberlakukan penerapan biaya jasa ojek online. Sebagai karya anak bangsa, Gojek memiliki misi yang sama dengan pemerintah dalam memastikan pendapatan mitra driver yang berkesinambungan untuk mendukung iklim industri yang sehat," katanya.

"Ini juga sejalan dengan aspirasi dari mitra driver yang disampaikan salah satunya melalui forum komunikasi rutin kami," lanjutnya.


Gojek Bantah Pembayaran SPP Via GoPay Ada Kaitannya dengan Kebijakan Kemendikbud

Sementara itu, Head of Public Affairs Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno mengatakan bahwa pihaknya juga siap melaksanakan kebijakan kenaikan tarif tersebut.

"Kami menghormati dan akan beradaptasi dengan skema baru berdasarkan keputusan pemerintah. Hasil pertemuan hari ini akan kami sosialisasikan ke teman-teman mitra pengemudi yang diharapkan baik bagi kesejahteraan mitra dan keberlangsungan industri," ucapnya.

Kementerian Perhubungan secara resmi telah mengumumkan kenaikan besaran tarif ojek online untuk wilayah Jabodetabek pada Selasa (10/3) sebesar Rp 250. Artinya, tarif batas bawah naik menjadi Rp 2.250 per kilometer dan tarif batas atas menjadi Rp 2.650 per kilometer, dengan tarif minimal antara Rp 9.000 hingga Rp 10.500.

Salut! Driver Taksi Online Ini Rela Gak Dibayar Saat Mengantar Jenazah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia