logo


Dunia Hadapi Krisis Ekonomi dan Indonesia Memikirkan Ibu Kota Baru, Andi Arief: Gak Nyambung

Andi Arief menyebut dunia menghadapi potensi krisis ekonomi yang lebih besar dibanding tahun 2008

10 Maret 2020 10:15 WIB

Andi Arief
Andi Arief Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menyebut dunia saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi. Ia menyebut sejumlah negara sedang berusaha menyelamatkan ekonomi, sedangkan Indonesia memikirkan ibu kota baru, Omnibus Law, dan radikalisme.

Andi Arief menyebut apa yang dilakukan Indonesia tidak nyambung dengan apa yang saat ini dihadapi oleh dunia.

"Dunia sedang menghadapi potensi krisis besar melebihi 2008. Semua negara sedang berupaya menyelamatkan ekonomi dan melindungi rakyatnya. Pemerintah Indonesia hanya memikirkan Ibu Kota baru dan Omnibus law serta radikalisme. Betul2 gak nyambung," ujar Andi melalui akun Twitternya @AndiArief_, Selasa (10/3).


Warga Takut Virus Corona, Bamsoet: Jangan Sampai Menyebabkan Lumpuhnya Perekonomian Nasional

Andi juga menyebut bahwa protokol mengenai virus corona terlambat dibuat sehingga berdampak buruk.

"Protokol corona terlambat dibuat, dampaknya fatal soal trust. Kini dunia memasuki krisis ekonomi melebihi 2008 --dan mungkin melampaui 1998-- anginnya sudah kras, bukan sepoi-sepoi. Kemungkinan protokol krisisnya akan terlambat. Siapa melindungi rakyat dan dunia usaha? Buzzer?" cuit @AndiArief_.

Terkait Penanganan Virus Corona, Fadli Zon Minta Menkes Terawan Diistirahatkan Saja

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata