logo


Hadiri Harlah ke-35 Asshiddiqiyah, Wapres Ajak Santri Jadi Pendakwah Memperbaiki Umat

Pondok pesantren juga berfungsi sebagai penyedia generasi yang nantinya akan menjadi ulama

8 Maret 2020 20:19 WIB

Wakil Presiden KH Ma\'ruf Amin di acara Harlah Ke-35 Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin di acara Harlah Ke-35 Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mencetak kader muda Islam bertugas sebagai pendakwah di masyarakat. Hal ini diungkapkan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin pada peringatan hari lahir Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta ke 35 Sabtu (07/03).

KH Ma'ruf Amin juga mengungkapkan pondok pesantren selain sebagai tempat menimba ilmu para santri juga berfungsi sebagai ''stakeholder" penyedia generasi yang nantinya akan menjadi ulama yang disebut dengan nahdlatul mutafaqqihin (kebangkitan para ahli fiqih).

"Ketika seseorang ingin menjadi muballigh namun tak pernah nyantri, maka apa yang ia dakwahkan nanti tidak akan terarah justru akan menjadikannya salah kaprah," ungkapnya.

Lebih lanjutnya, dia mengungkapkan tugas ulama hanya ada dua, pertama memperbaiki umat; Kedua, sebagai pewaris para Nabi.


Ma'ruf Amin Resmikan Rusunawa Institut Ilmu Al Qur'an Jakarta

Dia juga menegaskan pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai regenerasi, namun juga harus mampu mencetak orang-orang yang paham akan ilmu agama, yang nantinya akan melahirkan tokoh-tokoh yang lebih cemerlang.

Lebih lanjut dia menjelaskan ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Oktober setelahnya sudah terjadi pergolakan. Nahdlatul Ulama yang dipimpin KH. Hasyim Asy'ari melalui Resolusi Jihad-nya, pada 22 Oktober menggerakkan massa hingga 10 November. Maka semua santri berjuang demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.

Untuk memperingati peristiwa ini maka ditetapkanlah 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional oleh Presiden RI, Joko Widodo saat itu. Dengan inilah, para santri dan kiai mengambil peran sebagai penanggung jawab keagamaan sekaligus kenegaraan.

Soal Sertifikat Bebas Virus Corona, Ini Kata Pimpinan MPR

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Trisna Susilowati