logo


ICW Sebut Pimpinan KPK Memang Tak Ingin Kasus Harun Masiku Tuntas

Kritik keras ICW terhadap kinerja KPK yang membuka peluang mengadili Harun Masiku dan mantan Sekretaris MA Nurhadi secara in absentia

7 Maret 2020 14:06 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai tak serius dalam menemukan keberadaan dua tersangka yang hingga saat ini masih buron, yaiktu Harun Masiku dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Terlebih, lembaga yang dipimpin oleh Firli Bahuri tersebut membuka peluang untuk melaksanakan proses sidang tanpa kehadiran dua tersangka (in absentia).

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana menilai KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri Cs sudah kehilangan tajinya dalam memberantas korupsi.

"Memang KPK era Firli (Ketua KPK Firli Bahuri) mengalami kemunduran yang luar biasa. Taji KPK tidak seperti sedia kala," kata Kurnia Jumat (6/3) dilansir dari CNNIndonesia.


Akui Pernah Ketemu Buronan Harun Masiku, Ketua KPU: Ya Sekali Itu Saja

"Rasanya tidak tepat jika KPK langsung begitu saja menyidangkan Harun Masiku dan Nurhadi dengan metode in absentia," ujarnya.

Ia juga menyoroti langkah KPK dalam menemukan keberadaan Harun Masiku yang telah menjadi buronan lebih dari 21 hari. Kurnia memandang KPK seakan tak ingin kasus suap yang menyeret mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan tersebut tuntas.

"Seluruh kontroversial ini menjadikan satu dugaan bahwa pimpinan KPK memang tidak ingin perkara ini terbongkar tuntas," katanya.

Sudah Geledah Sejumlah Tempat, KPK Masih Belum Temukan Jejak Nurhadi Abdurrachman

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia