logo


Soal Sertifikat Bebas Virus Corona, Ini Kata Pimpinan MPR

Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin membuat sertifikasi bebas Corona terhadap setiap WNA yang memasuki wilayah Indonesia.

6 Maret 2020 19:30 WIB

Arsul Sani
Arsul Sani Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani menanggapi ihwal wacana Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang ingin membuat sertifikasi bebas Corona terhadap setiap warga negara asing (WNA) yang memasuki wilayah Indonesia.

Arsul mengungkapkan belum mempelajari secara mendalam wacana sertifikasi bebas Corona tersebut.

“Saya belum mendengar detailnya sertifikat bebas corona itu. Kita dengarkan dulu apa yang dimaksud dengan sertifikat bebas corona tersebut,” ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3/2020).


Mujahid 212 Tolak Ahok Pimpin Ibu Kota Baru, PPP: Akan Dipertimbangkan oleh Presiden

Dalam hal ini, Arsul menilai bahwa ancaman dari virus corona adalah ancaman yang dinamis karena penyakit ini penyebabnya lebih banyak dari faktor eksternal ketimbang internal.

“Saya melihatnya seperti ini bahwa yang namanya ancaman corona itu adalah ancaman yang dinamis. Bisa saja, misalnya orang mendapat sertifikat, tapi karena satu keadaan tertentu kemudian katakan lah dia kemudian menjadi terifeksi,” kata Arsul.

“Sama juga kalau sertifikatnya itu diberikan kepada suatu daerah, bisa saja pada suatu waktu tertentu daerah itu katakan lah bebas corona tapi karena yang namanya pergerakan manusia itu tidak bisa kita batasi dari daerah ke daerah lain, maka bisa saja kemudian potensinya ada,” kata Arsul.

Arsul juga memaklumi adanya Rumah Sakit (RS) yang tak bisa menerbitkan sertifikasi bebas corona.

“Iya, memang saya membayangkan bagaimana kita mengeluarkan sertifikat seperti itu, karena ini adalah penyakit yang menular,” pungkasnya.

Polisi Jual Kembali Masker Sitaan, Mahfud MD Bilang Begini

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata