logo


Mujahid 212 Tolak Ahok Pimpin Ibu Kota Baru, PPP: Akan Dipertimbangkan oleh Presiden

PPP menyebut penolakan adalah hal yang wajar

6 Maret 2020 17:15 WIB

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani Rmol

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mujahid 212 menolak mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN).

Sekjen PPP, Arsul Sani, menyebut penolakan adalah hal yang wajar. Meski ada yang menolak, Arsul menyebut ada juga yang mendukung Ahok.

"Tentu wajar kalau kemudian ada yang keberatan misalnya Pak Ahok untuk jadi Kepala Badan Otorita. Tapi kan ada juga yang mendukung," kata Arsul Sani di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3).


Politikus Demokrat ke Jokowi: Ahok Kayaknya Lebih Dibutuhkan Dulu di Pertamina

Ia yakin Presiden Joko Widodo akan mempertimbangkan siapa yang pantas menjabat sebagai Kepala Badan Otorita IKN.

"Tetapi, biasanya Presiden juga menggunakan kesempatan berkembangnya, katakan lah pendapat baik yang pro maupun yang kontra di media itu sebagai bahan juga di dalam mengambil keputusan," jelasnya.

"Nah semua, saya yakin akan dipertimbangkan oleh Presiden, dan tentu ya partai-partai koalisi yang ada di dalam pemerintahan. Malah nanti Presiden minta pendapat juga kita akan sampaikan pendapat, gitu," imbuh Arsul.

Ahok Ditolak Jadi Pemimpin Ibu Kota Baru, PKB: Jodoh Banget 212 dengan Ahok

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata