logo


Tak Jadi Ibu Kota Negara, Bagaimana Nasib Jakarta Nantinya?

"Secara hukum, meskipun ada masa transisi selama 5 tahun ke depan, tapi status Jakarta, kita sudah jadi anak kampung. Nah, Jakarta mau jadi apa?" tanya Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik

6 Maret 2020 13:59 WIB

Bus Transjakarta di depan Monumen Selamat Datang, Bundaran HI.
Bus Transjakarta di depan Monumen Selamat Datang, Bundaran HI. Wikipedia

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik, menyinggung soal status Jakarta nantinya setelah Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia dipindahkan ke Kalimantan Timur (Kaltim).

"Kita [Jakarta] mau jadi apa?" kata Taufik saat menjadi pembicara dalam diskusi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta di Jakarta, Kamis (5/3).

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, pemerintah pusat akan mengesahkan undang-undang (UU) tentang IKN baru pada bulan Juni mendatang. Artinya, status Jakarta sebagai ibu kota akan dicabut.


Beri Tips Cegah Virus Corona, Anies: Sesering Mungkin Cuci Tangan

"Secara hukum, meskipun ada masa transisi selama 5 tahun ke depan, tapi status Jakarta, kita sudah jadi anak kampung. Nah, Jakarta mau jadi apa?" ujarnya.

Taufik menilai perubahan status Jakarta akan menimbulkan sejumlah dampak, oleh karena itu, pemerintah harus segera mengeluarkan UU baru terkait hal tersebut.

"Doronglah itu supaya undang-undang [tentang status Jakarta] harusnya berbarengan di bulan Juni, begitu dicabut ini supaya UU Jakarta apa?" ujarnya.

"Apakah Jakarta ikut rezim pemerintah daerah UU 23 misalkan bahwa otonominya di kabupaten-kota, struktur pemerintahannya akan berubah. Saya kira, kita sedikit yang diskusikan [status Jakarta] ini," katanya.

Menurutnya, perubahan status Jakarta akan berdampak pada struktur pemerintahan, politik hingga ekonomi.

"Ini perlu dipikirkan, jangan nanti, sekarang kita desak," ujarnya.

Jokowi Bertemu Tony Blair, Fadli Zon: Dia Ahli Bikin Hoaks

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia