logo


Mandiri Investasi Optimis Capai Target Rp66 Triliun di 2020

Mandiri Investasi sudah siapkan strategi untuk mencapai target tersebut

5 Maret 2020 17:33 WIB

Direktur Utama PT. Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi), Alvin Pattisahusiwa
Direktur Utama PT. Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi), Alvin Pattisahusiwa Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Mandiri Manajemen Investasi (Mandiri Investasi) optimis dapat mencapai target dana kelolaan tembus hingga Rp 66 Triliun pada tahun 2020.

Direktur Utama Mandiri Investasi, Alvin Pattisahusiwa mengatakan pihaknya telah mempersiapkan strategi untuk mencapai target tersebut.

Menurutnya strategi yang disiapkan adalah ‘complimentary ecosystem agar investor tetap dapat berivestasi secara optimal di tengah situasi perekonomian global dan nasional saat ini.


Taktik Mandiri Investasi Hadapi Era Disrupsi

“Mandiri Investasi telah memiliki produk Reksa Dana yang memiliki fitur pencarian di hari yang sama (Same day settlement atat T+O) yang dikenal dengan nama Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang 2 (MIPU2). Reksa dana ini untuk mendukung ekosistem digital dengam menyasar e-wallet dari industri fintech,” ujarnya di Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (5/3/2020).

Alvin menambahkan bahwa Mandiri Investasi juga telah memiliki produk Reksa Dana all weather fund yaitu Reksa Dana Mandiri Investasi Obligasi Nasional bagi investor yang ingin memilliki fleksibilitas untuk berinvestasi dalam surat utang negara berdenominasi USD dan/atau Rupiah.

”Tidak hanya itu, kami juga memiliki produk Reksa Dana yang telah di revamp dengan tema global disruption yaitu Reksa Dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar (MGSED) yang berinvestasi pada portofolio Efek Syariah Luar Negeri yang memiliki kemampuan untuk melakukan disruptions pada level global,” kata Alvin.

Dalam hal ini, Alvin juga mengungkapkan bahwa Mandiri Investasi juga memiliki produk yang memberikan disruptions kepada produk konvensional industri Reksa Dana yaitu produk-produk Investasi Alternatif seperti KIK EBA, KIK DINFRA dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT).

“Di tahun ini, kami juga berencana menerbitkan produk inovatif Investasi Alternatif lainnya yaitu KIK EBA Syariah dan DINFRA Ianjutan,” tukasnya.

Sri Mulyani Takut Efek Virus Corona Terhadap Ekonomi Lebih Serem Ketimbang Krisis Global 2008

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata