logo


Masih Ada 24,7 Juta Orang Miskin, Jokowi Tak Puas

Jokowi mengatakan pemerintah akan terus berupaya untuk mengentaskan kemiskinan

4 Maret 2020 16:40 WIB

dok sekretariat Presiden

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa belum puas dengan pencapaian pemerintahannya dalam mengentaskan kemiskinan kendati persentase sudah berkurang satu digit.

"Merujuk data BPS, kita berhasil menurunkan angka kemiskinan yang tahun 2015 di 11,22%, menjadi 9,22% di September 2019. Angka di bawah 10%, namun pekerjaan besar kita belum selesai," kata Jokowi dalam ratas yang membahas strategi percepatan pengentasan kemiskinan di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Hingga saat ini, Jokowi menyebut ada sekitar 24,7 juta jiwa masyarakat Indonesia yang termasuk dalam kategori miskin. Oleh karena itu, ia meminta kepada segenap jajarannya untuk mengatasi persoalan itu.


Bicara Soal Impor, Jokowi: Jangan Lagi Ada yang Hambat di Situ

"Masih ada 24,7 juta jiwa yang harus dientaskan dari kemiskinan. Karena itu dari ratas ini saya ingin tekankan beberapa hal untuk kerja lebih fokus lagi, untuk menyasar penduduk sangat miskin," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menginginkan strategi pengentasan kemiskinan bisa terintegrasi satu sama lain, antar kementerian dan lembaga.

"Program JKN, KIS, PKH, BPNT, kartu sembako. Dan bagaimana intervensi dari sisi program untuk income generating warga miskin baik itu yang namanya KUR, Mekar, Bank Wakaf Mikro, dana desa, saya kira bisa disasar ke sana," sebut Jokowi.

"Juga yang berkaitan dengan BUMN dan Swasta. Ada BUMN PKBL, ada CSR sektor swasta, semuanya harus diarahkan ke arah ini. Kalau ini betul-betul bisa kita lakukan, terkonsolidasi, saya yakin angka nol tadi bisa kita lakukan," tuntasnya.

Wabah Virus Corona, Jokowi: Tantangan yang Kita Hadapi Betul-betul Sangat Tidak Mudah

Halaman: 
Penulis : Iskandar