logo


Tingkatkan Produksi Minyak Nasional Lewat Teknologi EOR

Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi Indonesia dalam penerapannya

27 Maret 2015 17:22 WIB

ISTIMEWA
ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Guna mengurangi impor minyak mentah dan meningkatkan produksi minyak nasional, Indonesia perlu menerapkan teknologi pemulihan minyak mentah atau yang disebut Enhanced Oil Recovery (EOR).

Advisor Hulu Technology Center Pertamina, Dr. Putu Suasana mengungkapkan, Enhanced Oil Recovery menjadi pembahasan penting karena terdapat tantangan dalam brownfield dan penerapan teknologi baru demi meningkatkan produksi minyak mentah nasional. “Indonesia dapat menyerap teknologi EOR dari luar negeri untuk kemudian diterapkan dalam menaikkan produksi minyak mentah tahap 2 (secondary recovery) dan tahap 3 (tertiary recovery), selain itu penerapan EOR dalam 10 hingga 15 tahun mendatang dapat meningkatkan produksi 10 s/d 20% dari original oil in place, sehingga dapat mengurangi impor minyak mentah di masa yang akan datang,” katanya dalam dalam keterangan persnya yang diterima redaksi, di Jakarta, Jumat (27/3)

Putu juga menjelaskan, bahwa setelah konferensi dan pameran Enhanced Oil Recovery (EOR) 2015 ini perusahaan-perusahaan minyak di Indonesia akan melakukan rapat rutin dengan para ahli EOR dunia untuk menerapkan teknologi EOR tersebut. 


Pertamina Lakukan Monitoring Anemon Transplantasi Terumbu Karang di Carita

Konferensi yang digelar Pertamina, SKK Migas dan Kementerian ESDM tersebut, dihadiri oleh para profesional yang mewakili 15 negara. Konferensi tersebut dibuka oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Prof. Dr. Ir. Gusti Nyoman Wiratmaja Puja.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Minyak dan Gas Neft Event Management Rafeeq Kunhi mengatakan, "Sebagai perusahaan yang didedikasikan untuk event-event energy, kami merasa sangat bahagia dan bersemangat untuk dapat mengelola Konferensi EOR Internasional untuk Indonesia yang pertama kalinya," ujar Rafeeq.

Rafeeq juga menambahkan, “Dengan dukungan dari PERTAMINA, SKK MIGAS, ESDM dan membawa para ahli internasional di bawah satu atap untuk membahas tantangan EOR dan inovasi teknologi industri yang ditawarkan, dengan memperkenalkan variasi teknologi EOR di Indonesia dan mendatangkan para ahli EOR dari 15 negara antara lain: Kanada, AmerikaSerikat, China, Switzerland, German, Belanda, Libya, Abu Dhabi, Dubai, Oman, Malaysia, Singapura, UAE, Negara-negara Amerika latin dan juga Jepang, kami berharap pada perusahaan-perusahaan pendukung untuk menjadi tuan rumah pertemuan teknis dan berbagi pengetahuan " tutup Rafeeq.

Klaim Tak Bebankan Rakyat soal BBM dan LPG, Menteri ESDM: Kita Lakukan Evaluasi

Halaman: 
Penulis : Deni Muhtarudin