logo


Trik Membuat Bibit Buah Naga Mandiri

Tanaman ini juga bisa ditanam di lingkungan atau pekarangan rumah bahkan di pot atau Tambulampot

27 Maret 2015 14:21 WIB

Perawatan yang mudah dan harga yang laris manis membuat banyak petani membudidayakan baik skala kecil maupun skala besar. FOTO: ISTIMEWA
Perawatan yang mudah dan harga yang laris manis membuat banyak petani membudidayakan baik skala kecil maupun skala besar. FOTO: ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Buah naga adalah jenis buah yang sangat popular, karena rasanya yang sangat lezat dan menggirukan. Buah naga adalah tanaman gurun dari meksiko ini, sangat mampu bertahan hidup di areal kering, seperti di Indonesia. Perawatan yang mudah dan harga yang laris manis membuat banyak petani membudidayakan baik skala kecil maupun skala besar.

Tanaman ini juga bisa ditanam di lingkungan atau pekarangan rumah bahkan di pot atau Tambulampot, dengan masa produksi bisa 7-10 tahun. Sedang di alam terbuka sampai 20 tahun dengan masa berbuah Oktober- April. Tanaman buah naga sangat genjah di umur 8-9 bulan sudah bisa mulai berbuah, dan tidak perlu menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk berbuah.


UNS Kembangkan Sentra Pisang di Jenawi

Buah naga yang cukup diminati oleh masyarakat adalah jenis buah naga merah dan super red, namun saat ini sudah terdapat varian baru buan naga orange dan buah naga kuning, tetapi kedua jenis ini masih cukup langka karena pertumbuhanya agak lama sekitas 2 tahun untuk sampai bisa berbuah.

Berikut adalah beberapa tahapan untuk membuat bibit buah naga mandiri adalah :

  • Siapkan  sulur cabang yang akan dipotong untuk dijadikan bibit, yang akan menghasilkan sulur / cabang yang siap dipotong-potong dan gunakan gunting untuk memotongnya.
  • Potong cabang untuk dijadikan bibit, dengan ukuran selera atau dengan ukuran sepanjang 30 cm, 50 cm, 75 cm atau 1 meter. Bahkan untuk bibit buah naga orange yang masih langka belum banyak stok bisa memotong hanya sepanjang 10-15 cm, kemudian tandai potongan bawah dengan potongan miring/runcing untuk membedakan agar tidak terbalik waktu menanam.
  • Setelah itu bibit di angin-anginkan agar luka bekas potongan mengering, kemudian berikan  fungisida untuk mencegah jamur dengan cara dioleskan atau direndam. Setelah luka potongan mengering, bibit-bibit tersebut langsung ditanam dimedia tanam yang sudah disiapkan. Bisa  menggunakan pot kecil, polybag atau di petak tanam langsung ditanah.
  • Lakukan penyiraman bibit tidak terlalu sering, cukup 3 hari sekali saja, karena jika sering di siram air bibit bisa membusuk.
  • Jika ingin tanaman buah naga cepat berbuah, maka dapat mempersingkat waktu, dengan langsung menanam cabang panjang tanpa dipotong-potong dulu. Pilihlah  dari batang/cabang yang sudah tua, dengan ditandai kayu keras di tengan sulur dan sudah pernah berbuah.
  • Perawatan bibit buah naga juga tidak terlalu sulit, cukup hanya perlu memperhatikan bibit buah naga tidak kelebihan air, tidak kekurangan sinar matahari, dan berikan pupuk kandang ayam dalam tahap pembesaran bibit.

Latih Petani Manfaatkan Blotong untuk Pupuk Organik

Halaman: 
Penulis : Riana