logo


Tips Jitu Budidaya Pohon Kurma dengan Kultur Jaringan dan Biji

Kurma memiliki pangsa pasar yang besar

28 Februari 2020 14:23 WIB

Tanaman Kurma
Tanaman Kurma Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Budidaya pohon kurma sempat jadi tren di Indonesia. Buah yang identik dengan makanan buka puasa ini memiliki pangsa pasar yang besar. Apalagi saat ini tak banyak kebun kurma di Indonesia.

Banyak yang sangsi apakah Indonesia cocok untuk menanam kurma? Pertanyaan wajar, karena selama ini kurma banyak ditanam di Timur Tengah dengan iklim subtropis. Sementara Indonesia sendiri beriklim tropis.

Namun jangan salah, kurma nyatanya bisa dibudidayakan di Indonesia. Hanya saja permasalahannya adalah pada cara memilih benih kurma, apakah dari kultur jaringan atau bisa dari bijinya saja?


UNS Solo Gelar Workshop Diseminasi Hasil Penelitian Pengembangan Agribisnis Kopi

Budidaya kurma lewat kultur jaringan maupun biji bisa dilakukan asalkan perawatannya tepat. Seperti dikutip dari harapanrakyat.com, berikut penjelasan perbandingan budidaya pohon kurma dari kultur jaringan maupun bijinya, seperti dikutip dari:

Budidaya Pohon Kurma

Jika Anda memilih membudidayakan kurma dengan bijinya, Anda perlu memilih biji yang baik agar penyemaiannya tidak bermasalah dan pohon kurma bisa berbuah.

Namun, begitu juga ketika Anda membudidayakn kurma dari kultur jaringan. Anda harus memastikan pohon indukan adalah bibit yang bagus.

Sistem kultur jaringan ini tidak selamanya bagus. Tercatat di Thailand, dari prediksi panen kurma 3 tahun, kenyataannya bisa sampai 6 tahun. Apalagi saat berbuah, rasa kurmanya terasa sepat di mulut, dan buahnya pun mudah rontok.

Karena itu pemilihan induk mesti diperhatikan. Tidak melulu melihat pertumbuhannya yang cepat, tapi rasa buahnya juga harus manis.

Namun, jika Anda memilih budidaya pohon kurma dengan kultus jaringan, harga benihnya masih tergolong mahal. Anda perlu merogoh kocek sampai Rp 2,5 juta per benih.

Karena itu, Anda bisa juga memilih membudidayakan pohon kurma dengan bijinya. Biji kurma terlebih dahulu harus diseleksi. Kebanyakan biji kurma yang datang ke Indonesia berasal dari Arab Saudi.

Ketika benih kurma itu ditanam, biji tersebut terlebih dahulu akan beradaptasi dengan iklim tropis. Adaptasi ini bisa menghasilkan buah kurma yang baik, bisa juga sebaliknya.

Memilih biji dari negara yang iklimnya sama dengan Indonesia sangat disarankan. Ini dilakukan agar buah yang dipanen dari pohon kurma rasanya manis.

Mencegah Kerugian Akibat Pohon Kurma Tidak Berbuah

Budidaya pohon kurma di Indonesia ada kalanya merugi akibat pohonnya lama tumbuh, belum lagi tidak berbuah padahal sudah menunggu lama. Namun, pohon kurma bisa disadap niranya, karena itulah menanam kurma tidak akan sampai merugi banyak.

Menyadap nira dari pohon kurma tentu berbeda dengan menyadap kelapa atau aren. Pohon kurma harus dibor terlebih dulu agar air niranya keluar.

Nira dari pohon kurma ini bisa jadi komoditas langka dan punya prospek yang bisa dikembangkan. Apalagi rasanya cukup manis dan memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan.

Berguru pada Thailand ataupun negara-negara Arab yang sudah banyak memproduksi nira kurma, terlebih dahulu pohon kurma yang tidak berbuah dipisahkan. Pohon ini diambil niranya. Selain itu bunganya juga diambil untuk proses penyerbukan pohon kurma lainnya agar berbuah.

Seleksi Biji Kurma

Budidaya pohon kurma dari bijinya, terlebih dahulu harus diseleksi dari indukannya. Karena semua indukan pohon kurma tidak memiliki kualitas yang baik, sehingga bijinya tidak akan menghasilkan buah sesuai yang diinginkan.

Karena itu, pilihlah pohon kurma dengan genitive superior. Caranya tentukan pohon indukan terbaik, beri nomor pada beberapa sampel indukan pohon kurma tersebut. Setelah itu lakukan skoring untuk kriteria yang Anda inginkan.

Misalnya pohon kurma A buah pada bijinya tebal, tapi rasanya kurang manis, beri skor atau nilai. Lalu pohon kurma B, rasanya manis, namun buah pada bijinya kurang tebal. Dari skor yang tertinggi, maka itulah indukan pohon kurma terbaik.

Selain itu, penyemaian biji kurma yang baik juga bisa dilakukan pada buah yang baru saja dipanen. Usahakan buahnya tidak lebih dari dua pasca panen. Hal ini untuk mengurangi potensi adanya perubahan tekstur atau rasa karena kondisi buahnya.

Itulah tips jitu budidaya pohon kurma yang bisa dikembangkan di Indonesia. Meskipun beriklim tropis, namun bukan tidak mungkin memproduksi buah kurma di kawasan yang bukan sub tropis, asalkan penanganannya tepat.

Sukses Lakoni Bisnis Budidaya Tanaman Hanya dengan Mengikuti Tips Ini

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata