logo


Pilpres dan Pileg Tetap Digelar Serentak, PPP Sayangkan MK Abaikan Korban Pemilu 2019

MK menolak permohonan uji materi pemilu serentak

28 Februari 2020 12:10 WIB

Achmad Baidowi
Achmad Baidowi ppp.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi pemilu serentak. Wasekjen PPP, Achmad Baidowi (Awiek), menyebut MK mengabaikan fakta mengenai adanya korban meninggal dunia dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

"Kami menyayangkan hakim MK mengabaikan fakta bahwa banyaknya korban meninggal dari unsur penyelenggara pemilu ad hoc, terutama KPPS, ketika Pemilu 2019, sehingga dalam putusannya MK tetap menekankan keserentakan pemilu nasional," kata Awiek dalam keterangannya, Kamis (27/2).

Menurutnya, putusan MK mengenai adanya variasi pilihan model pemilu serentak menunjukkan bahwa MK gamang. Awiek mengatakan seharusnya MK tidak membuat norma baru.


Arab Saudi Hentikan Umrah, PPP: Sangat Merugikan Jemaah Asal Indonesia

Ia menyebut benar jika ada pandangan bahwa MK terasa lahir dari pemikiran pakar daripada hakim-hakim konstitusi.

"Maka tidak salah jika ada anggapan bahwa putusan MK rasa pakar," tutur Awiek.

Sebelumnya, MK menolak permohonan uji materi pemilu serentak dan mengatakan ada enam jenis gelaran pemilu serentak.

"Mahkamah berpendirian bahwa pemilihan umum presiden dan wakil presiden dengan pemilihan umum anggota legislatif yang konstitusional adalah yang dilaksanakan secara serentak," kata hakim konstitusi Saldi Isra, saat membacakan putusan, di gedung MK, Jakarta, Rabu (26/2).

Kritik Omnibus Law, Fadli Zon: Mengandung Banyak Sekali Cacat Serius

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata