logo


Sering Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram, Jokowi: Ini kok Gencar Sekali?

Jokowi menilai Indonesia merupakan negara dengan nilai ekonomi yang sangat besar di ASEAN

28 Februari 2020 10:53 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menyinggung iklan produk penggemuk badan yang banyak ia temui di media sosial miliknya. Ia kagum dengan kreativitas dan kejelian para pedagang di dunia maya.

"Kadang-kadang saya membaca unggahan-unggahan yang berseliweran di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, juga grup WhatsApp. Banyak juga lapak penjual produk kebutuhan sehari-hari, dari pakaian, makanan, obat peninggi badan, sampai krim pemutih kulit,” tulisnya melalui Instagram resmi @jokowi, Kamis (27/2).

“Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa? Ini kok gencar sekali?” sambungnya.


Soal Banjir dan Macet Bisa Diatasi oleh Presiden, Ruhut: Gubernurnya Ahok Nyambung

Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi yang sangat besar di ASEAN. Selain itu, Indonesia tercatat mempunyai ekosistem startup paling aktif se-Asia Tenggara.

“Itulah kreativitas masyarakat kita di era digital. Tidak heran jika saat ini Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar, dengan pertumbuhan paling cepat, di kawasan ASEAN,” ujarnya.

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kadang-kadang saya membaca unggahan-unggahan yang berseliweran di media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, juga grup WhatsApp. Banyak juga lapak penjual produk kebutuhan sehari-hari, dari pakaian, makanan, obat peninggi badan, sampai krim pemutih kulit. Di Instagram saya sendiri banyak yang menawarkan obat penggemuk badan. Ditujukan kepada saya atau ke siapa? Ini kok gencar sekali? Itulah kreativitas masyarakat kita di era digital. Tidak heran jika saat ini Indonesia adalah negara dengan nilai ekonomi digital terbesar, dengan pertumbuhan paling cepat, di kawasan ASEAN. Tahun 2015 nilai ekonominya USD8 miliar atau sekitar 110 triliun rupiah. Tahun 2019 nilainya melesat USD40 miliar atau 560 triliun rupiah. Diperkirakan tahun 2025 nilai ekonomi digital kita jadi USD133 miliar. Silakan kalikan sendiri dalam rupiah. Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Kita memiliki 2.193 startup. Dan itu belum cukup. Potensi pasar digital kita masih sangat besar. Di tahun 2018 saja, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joko Widodo (@jokowi) pada

“Tahun 2015 nilai ekonominya USD8 miliar atau sekitar 110 triliun rupiah. Tahun 2019 nilainya melesat USD40 miliar atau 560 triliun rupiah. Diperkirakan tahun 2025 nilai ekonomi digital kita jadi USD133 miliar. Silakan kalikan sendiri dalam rupiah,” jelas Jokowi.

“Indonesia juga tercatat memiliki ekosistem startup yang paling aktif di Asia Tenggara. Kita memiliki 2.193 startup. Dan itu belum cukup. Potensi pasar digital kita masih sangat besar. Di tahun 2018 saja, ada 171 juta pengguna internet di Indonesia," tuntasnya.

Jokowi Minta Omnibus Law Selesai dalam 100 Hari, Puan: Intinya Adalah Jangan Terburu-buru

Halaman: 
Penulis : Iskandar