logo


Masjid Dibakar dan 25 Muslim Tewas dalam Delhi Riots, PM India Minta Warga Tetap Tenang

Aksi protes UU Kewarganegaraan India memicu aksi protes yang berujung bentrokan, tewaskan 25 orang

27 Februari 2020 12:30 WIB

PM India Narendra Modi
PM India Narendra Modi Business Today

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta warga yang tinggal di kota New Delhi untuk tetap tenang dan menjaga persaudaraan, terkait terjadinya insiden bentrokan antara umat Mulim dan Hindu, belakangan ini.

"Saya mengimbau saudara dan saudari saya di Delhi untuk menjaga perdamaian dan persaudaraan setiap saat. Sangat penting, ketenangan dan normalitas dipulihkan saat ini," tulis Modi dalam cuitannya, Rabu (26/2).

Dilansir dari AFP melalui CNN Indonesia, pada Kamis, (27/2), irektur Rumah Sakit Guru Teg Bahadur (GTB) menyatakan 25 orang menjadi korban tewas dalam insiden tersebut dan lebih dari 50 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka tembak.


Kebiasaan Sopan di Indonesia Ini Justru Dianggap Buruk di Negara Lain

Bentrokan tersebut terjadi karena aksi protes terhadap Undang-undang Kewarganegaraan yang dinilai mendiskriminasi umat muslim. UU kontroversial tersebut mengizinkan India untuk memberi status kewarganegaraan bagi imigran asal Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan yang memeluk agama Hindu, Kristen, dan agama lain selain Islam.

Peristiwa ini lantas viral di social media, dalam video yang diunggah beberapa orang muslim dipukuli dengan kayu dan sebuah masjid dirusak dan dibakar.

UU Kewarganegaraan India Diskriminatif Terhadap Muslim, Hidayat Nur Wahid: Indonesia Harus Mengingatkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia