logo


Indonesia Jadi Negara Maju, Wapres Ma'ruf Amin: Namanya 'Maju' kok Kemiskinan Masih Tinggi

Ma'ruf Amin menilai harus ada kecocokan antara nama dan kenyataan

27 Februari 2020 08:41 WIB

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma\'ruf Amin.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyinggung status Indonesia yang naik tingkat menjadi negara maju. Ia menyampaikan ironi bahwa Indonesia masih mempunyai angka kemiskinan yang tinggi kendati berpredikat di atas negara berkembang.

Ia menilai seharusnya ada kecocokan antara predikat dan kenyataannya. “Namanya maju kok kemiskinan masih tinggi, namanya maju kok stunting masih tinggi,” kata Wapres Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulis dari Setwapres, Kamis (27/2).

Ma’ruf menyebut label negara maju dapat diukur dari tingkat kesejahteraan masyarakat, salah satunya angka kemiskinan yang seharusnya rendah. Meski Indonesia sudah dikategorikan negara maju, pemerintah masih berupaya untuk menurunkan angka kemiskinan.


Jakarta Banjir Lagi, Sekda DKI Minta Masyarakat Kasih Kesempatan Terus pada Anies

“Ukuran negara maju itu tingkat kemiskinannya rendah, nah Indonesia sudah dikategorikan negara maju. Yang mau kita kejar itu angka kemiskinan, pemerintah ingin menurunkan angka kemiskinan, bahkan kalau bisa me-nol-kan walaupun agak tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Indonesia per September 2019 menyentuh angka 9,22 persen. Jumlah itu menurun 0,44 persen dari tahun sebelumnya. Pemerintah tengah bekerja keras untuk menekan angka kemiskinan menjadi 7 hingga 6,5 persen di penghujung 2024.

Demi Tangani Banjir, Ridwan Kamil Persingkat Perjalanan Dinas

Halaman: 
Penulis : Iskandar