logo


Ternyata Ini Alasan MA Larang Ambil Foto dan Rekam Persidangan

Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah, menjelaskan alasan diberlakukannya aturan larangan merekam suara dan mengambil gambar pada saat persidangan.

26 Februari 2020 16:00 WIB

Gedung Mahkamah Agung.
Gedung Mahkamah Agung. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kabiro Hukum dan Humas MA, Abdullah, menjelaskan alasan diberlakukannya aturan larangan mengambil gambar, merekam suara saat dalam persidangan tanpa ada ijin dari Ketua Pengadilan Negeri setempat.

"Pada dasarnya sidang itu sakral, bukan tontonan. Setiap orang akan konsentrasi mencari keadilan, jadi tidak boleh diganggu," ujar Abdullah usai sidang pleno laporan akhir tahun Mahkamah Agung di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

"Oleh sebab itu siapa pun yang mau peliputan ke kantor pengadilan itu pertama harus melapor, minta izin. Yang kedua, saat di ruang sidang juga harus tertib, karena sidang itu sakral, tidak boleh mengganggu jalannya persidangan," sambungnya.


Vonis Ringan Koruptor di Indonesia, Peneliti ICW: Hanya Menyentuh 2 Tahun 5 Bulan Penjara

Ia menyebut aturan tersebut sudah lazim digunakan dalam sebuah persidangan di beberapa negara lain.

"Di negara lain itu jangankan masuk, bawa ginian (HP) saja enggak boleh," ucap Abdullah.

Abdullah mengatakan bahwa aturan larangan ini sebenarnya bukan lah aturan baru. Hanya saja, pihak Mahkamah Agung baru saja memperbaruinya lewat surat edaran pada 7 Februari 2020 lalu.

"Sebetulnya tidak, itu sejak berlakunya UU 14 tahun 1970 dan itu sebetulnya aturan Menteri Kehakiman. Dan oleh karena Menteri Kehakiman sudah berubah ke MA, maka MA melalui badan peradilan masing-masing mengeluarkan regulasi tata tertib. Itu beda dengan aturan lain. Jadi menata supaya tertib, itu yang harus dipahami," jelas Abdullah.

Andre Rosiade Siap Hadapi Sidang Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia