logo


Advokat Novel Baswedan Sebut Polisi Terburu-buru Hentikan Proses Penyidikan Kasus Air Keras

"(Polisi harusnya) mendalami kalau memang penyidik punya bukti, apa motif penyerangan dan siapa aktor yang menyuruh," kata Saor Siagian

26 Februari 2020 14:15 WIB

Novel Baswedan
Novel Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim Advokasi Novel Baswedan menilai Polisi seolah tergesa-gesa dalam mengungkap penyidikan atas kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Salah satu Anggoa Tim Advokasi Novel Baswedan, Saor Siagian menyayangkan langkah pihak Kepolisian yang memaksakan untuk menyelesaikan kasus tersebut, meskipun dua tersangka yang ditangkap dinilai bukan merupakan pelaku sebenarnya.

"Polisi memaksakan karena Novel dan beberapa saksi mengatakan bukan kedua orang tersebut pelakunya," kata Saor kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).


Pendemo Bayaran Kembali Beraksi Tuntut Penjarakan Novel Baswedan

Ia mengaku sampai saat ini dirinya masih mempertanyakan hasil penyidikan polisi terhadap motif yang digunakan kedua tersangka dalam melakukan tindakan penyiraman air keras tersebut, yang tidak sesuai dengan keterangan Novel Baswedan selaku korban.

"Kesimpulan Tim Pencari Fakta gabungan Polisi, Kompolnas, KPK dan tim pakar, NB (Novel) diserang karena berkaitan kerja. Sementa menurut dua tersangka tersebut, NB diserang karena dendam dan NB dituduh pengkhianat," ujar Saor.

Untuk itu, ia menilai Polisi seharusnya tetap melanjutkan proses penyelidikan hingga akhirnya dapat menemukan siapa aktor dibalik kasus penyiraman air keras tersebut.

"(Polisi harusnya) mendalami kalau memang penyidik punya bukti, apa motif penyerangan dan siapa aktor yang menyuruh," kata Saor.

Pagi ini, Polisi Panggil Novel Baswedan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia