logo


Pengamat Kejaksaan: LPSK Gagal Lindungi Pelapor Kasus Korupsi Hambalang

LPSK seharusnya wajib memberikan perlindungan maksimal terhadap pelapor kasus korupsi

25 Februari 2020 19:38 WIB

Logo Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)
Logo Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Kejaksaan, Fajar Trio Winarko menegaskan bahwa negara melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban alias LPSK seharusnya wajib memberikan perlindungan maksimal terhadap pelapor (Whistleblower) kasus korupsi.

Namun hal itu tidak terlihat pada kasus yang dialami oleh eks Direktur Operasional PT Dutasari Citralaras, Roni Wijaya.

Pengamat Kejaksaan, Fajar Trio Winarko mencium aroma kriminalisasi dalam kasus yang dialami oleh eks Direktur Operasional PT Dutasari Citralaras, Roni Wijaya.


Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro: Saya Dijadikan Tumbal

Menurutnya Roni dipastikan menjadi target serangan balik para koruptor atas laporannya.

"Jadi ada kealpaan LPSK yang tak melakukan langkah-langkah perlindungan dan memonitor pengadilan terhadap Roni," ujar Fajar di Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Fajar meminta LPSK m melakukan pengkajian atas seluruh pelapor yang pernah dilindungi. Yakni untuk melihat apakah mereka mendapat serangan balik atas laporan yang mereka ungkap.

Rano Karno Bantah Terima Suap Rp 1,5 Miliar, KPK Akan Hadirkan Saksi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex