logo


Gagal Berangkatkan Jamaah, Travel Umroh Nakal Divonis 3,5 tahun

Agen Travel Umroh yang nekat memberangkatkan jamaah padahal belum mengantongi izin sebagai PPIU akan mendapat sanksi

25 Februari 2020 18:22 WIB

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim Kemenag

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pimpinan perusahaan Travel Umroh berinisial A divonis selama tiga tahun enam bulan. Hal ini dikarenakan PT Duta Adhikarya Bersama masih nekad memberangkatkan jamaah umroh padahal perusahaan tersebut belum mengantongi izin sebagai PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah).

Belajar dari kasus tersebut, Kementerian Agama melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim berharap kasus hukum ini dijadikan peringatan bagi para Biro Travel yang nekat dan masih memberangkatkan jemaah umrah padahal mereka tidak berizin sebagai PPIU.

"Semoga ini jadi pelajaran dan memberikan efek jera. Apalagi, UU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur jelas sanksi pidana maksimal 6 tahun dan denda hingga 6 miliar bagi travel yang melakukan pelanggaran," jelas Arfi di Jakarta, Selasa (25/02).


Bantah Dukung Pemulangan WNI eks-ISIS, Kemenag: Masih Ada Potensi Ancaman Keamanan

"Ke depan tidak boleh ada lagi praktik ilegal dalam proses pemberangkatan jemaah umrah. Ada sanksi pidana dan dendanya. Apalagi moratorium pemberian izin baru PPIU sudah dicabut sehingga tidak ada alasan bagi biro perjalanan wisata untuk tidak mengurus izin operasional sebagai PPIU, jika ingin berangkatkan jemaah umrah," lanjutnya.

Sebelumnya Kementerian Agama memang sempat menetapkan moratorium pemberian izin baru PPIU pada 2018. Namun pada saat ini Moratorium telah dicabut sejak 3 Februari 2020. Pada saat yang sama, Kemenag juga telah menerapkan sistem perijinan secara online untuk memudahkan masyarakat.

Arfi mengungkapkan Kasus PT Duta Adhikarya Bersama ini ditangani oleh Polres Bandara Soekarno Hatta Tangerang. Pada November 2019, Polres telah menangkap oknum dari perusahaan ini karena tidak berizin PPIU dan gagal memberangkatkan 46 jemaah umrah asal Bontang, Kaltim.

Diminta Keluarkan Fatwa Orang Kaya Nikahin Orang Miskin, Kemenag: Tidak Perlu!

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Aurora Denata