logo


Rocky Gerung Sebut Pertumbuhan Ekonomi Capai 6 Persen Tanpa Omnibus Law di Era SBY

Rocky Gerung menilai RUU Omnibus Law Cipta Kerja hanya akan memanjakan pihak investor.

25 Februari 2020 09:47 WIB


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat politik, Rocky Gerung menilai pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja dapat diraih tanpa harus mengeluarkan RUU Omnibus law Cipta Kerja (Ciptaker). Ia membandingkan isu tersebut dengan apa yang sudah dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebanyak 6 persen meski tanpa adanya Omnibus Law.

"Zaman SBY pertumbuhan 6 persen tanpa Omnibus Law, jadi jalan pikirannya ngaco," kata Rocky di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (24/2).

Tren penurunan tingkat ekonomi Indonesia terjadi saat pertama kali Jokowi terpilih menjadi presiden pada 2014 silam, dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5.02 persen, kemudian kembali turun pada tahun 2015 menjadi 4.79 persen, 5.02 persen pada tahun 2016, 5.07 persen di tahun 2017, 5.17 persen tahun 2018, dan kembali drop di tahun 2019 menjadi 5.02 persen.


Sebut Omnibus Law Manjakan Investor, Rocky Gerung: Itu Tekan Uang Buruh

Rocky meyakini RUU Omnibus Law dapat berpotensi merusak lingkungan dan hanya akan menyenangkan pihak investor.

"Kalau saya bikin sinopsis dari tiap RUU ini isinya cuma dua hal, isinya adalah manjakan investor," kata Rocky.

Omnibus Law Dianggap Hina Proklamator, Rocky Gerung: Seperti Perangko Berwajah Bung Karno di Kertas Toilet

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia