logo


Paspor ISIS Eks WNI Diblokir, Mahfud: Tidak Bisa Masuk Lagi ke Indonesia

Pemerintah tengah melakukan identifikasi nama-nama dari ISIS eks WNI

24 Februari 2020 20:31 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD voi.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa data-data dari ISIS eks WNI sudah dilaporkan ke Kementerian Hukum dan HAM untuk diblokir paspor mereka. Mahfud mengatakan bahwa mereka sudah tidak bisa lagi masuk ke Indonesia.

"Yang bisa diberitahukan sekarang bahwa mereka yang sudah teridentifikasi dengan nama, alamat, dan sebagainya sekarang ada di mana sejak kapan bergabung dengan ISIS. Itu sekarang sudah mulai disetor ke Kemenkum HAM untuk paspornya diblokir sehingga nanti tidak bisa masuk lagi ke Indonesia," kata Mahfud di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (24/2).

Mahfud mengatakan bahwa pemblokiran paspor untuk orang-orang dewasa. Sedangkan anak-anak dari ISIS eks WNI dipertimbangkan akan dipulangkan.


Kemenhan Buka Pendaftaran Komcad, WNI Eks ISIS Boleh Daftar

"Lah iya (blokir paspor dewasa) mangkanya kalau yang anak-anak masih diidentifikasi, soal gampang itu, kan nanti dijemput, bisa dibawa gitu tetapi ada hal-hal yang memang sifatnya tertutup sehingga belum bisa diumumkan kepada publik," jelasnya.

Mahfud mengatakan bahwa saat ini pemerintah masih dalam tahap melakukan identifikasi anak-anak dari ISIS eks WNI di bawah 10 tahun.

"Itu tentu dikerjakan sesuai dengan keputusan rapat itu. Kita sekarang pada tahap permulaan mengidentifikasi kalau ada anak yang berada berumur di bawah 10 tahun, itu akan dilakukan bagaimana penjemputannya bagaimana pembinaannya dan terus dikoordinasikan," ucapnya.

"Cuman sampe sekarang belum ada yang boleh atau belum ada yang akan diumumkan dulu tentang orang-orangnya. Tapi kita ke prinsipnya saja dulu lah bahwa anak-anak di bawah 10 tahun yang yatim piatu itu akan dipulangkan, itu kebijakannya sudah resmi. Soal kapan dan di mananya itu ada yang bersifat tertutup pengerjaannya kemudian ada yang memang belum boleh diumumkan kepada publik," ujarnya.

Mahfud MD Sebut Teritori Natuna dan Papua Terancam

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata