logo


Kongkow Betawi Kita #37, Upaya Kembalikan Citra Positif Orang Betawi

Orang Betawi seringkali dipersepsikan secara salah

23 Februari 2020 17:30 WIB

Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik Kongkow Betawi Kita #37 yang bertemakan ‘Potret Betawi dalam tulisan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (23/2/2020).
Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik Kongkow Betawi Kita #37 yang bertemakan ‘Potret Betawi dalam tulisan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (23/2/2020). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Betawi telah lama menjadi inspirasi bagi para penulis. Pada masa dasawarsa 1950-an, sketsa tentang orang Betawi atau warga Jakarta dikerjakan oleh Firman Muntaco dan terhimpun dalam Gambang Jakarte.

Tak hanya itu, ada juga sketsa tentang kehidupan orang Betawi dan warga urban Jakarta hari ini yang ditulis dari pandangan orang luar Betawi. Hal itu adalah esai-esai Seno Gumira Ajidarma yang dikumpulkan dalam buku berjudul Obrolan Sukab (2019).

Dalam sebuah diskusi soal media yang dihelat oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah DKI Jakarta pada 29 Juli 2018 di Pasar Seni Ancol, ternyata citra orang Betawi masih sangat negatif. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya, seperti dikatakan Mahbub Djunaidi, orang Betawi sudah tersingkir akibat pembangunan.


Dewan Pers Soroti Peran Media dalam Menjaga Demokrasi Indonesia

Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Roni Adi mengatakan bahwa orang Betawi seringkali dipersepsikan secara salah.

Dia menilai upaya untuk melihat kembali potret orang Betawi dalam tulisan menjadi penting untuk memahami dan memaknai suara jernih dari sisi orang dalam Betawi.

“Hal ini untuk memperkuat karakter kita, baik sebagai orang Betawi maupun sebagai bagian dari bangsa besar Indonesia yang kian hari terasa mengalami krisis nilai-nilai,” ujar Roni di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Oleh karena itu, Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik Kongkow Betawi Kita #37 yang bertemakan ‘Potret Betawi dalam tulisan. Diskusi ini menghadirkan pembicara Ketua Bidang Penelitian & Pengembangan Lembaga Kebudayaan Betawi Andi Saputra dan Mantan Wartawan Tempo, Idrus Fahmi. Shahab.

Roni mengatakan upaya ini dilakukan untuk merumuskan kembali citra positif tentang orang Betawi.

“Mencari kembali potret Betawi dalam tulisan, lantas memaknainya untuk memperkuat karakter sebagai orang Betawi sebagai bagian dari orang Indonesia. Yang teristimewa, sebab di Jakarta-lah, Indonesia lahir demikian menurut Sukarno,” tutur Roni.

JK Singgung Media yang Siarkan Demo dan Mistis

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata