logo


PA 212 Minta Koruptor Dipotong Tangannya, Pengamat: Usulan Tersebut Seperti Mimpi Siang Hari

Pengamat menilai usulan potong tangan bagi koruptor adalah suatu hal yang susah

23 Februari 2020 11:55 WIB

Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov
Ilustrasi korupsi. Sumber: america.gov

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Persaudaraan Alumni (PA) 212 mendesak pemerintah agar memotong tangan para koruptor. Hal tersebut disampaikan saat aksi 212 dengan tema 'Berantas Megakorupsi Selamatkan NKRI' di sekitar Patung Arjuna Wiwaha, Jakarta, Jumat (21/2/2020).

Pengamat politik Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengaku setuju dengan hukuman potong tangan bagi para koruptor. Namun menurutnya hukuman tersebut sulit dijalankan di Indonesia.

"Terlalu sulit menerapkan hukuman potong tangan di Indonesia, karena itu harus mengubah dasar-dasar hukum negara," kata Dedi seperti dilansir RMOL.com, Minggu (23/2/2020).


Aksi 212: Subsidi BBM Diambil untuk Kesehatan, BPJS Malah Naik

Menurutnya mengusulkan hukuman potong tangan di Indonesia hanyalah sebuah angan-angan. Ia menganggap usulan tersebut bagaikan mimpi di siang bolong.

"Mengusulkan hukuman berat koruptor seperti mimpi siang hari, karena kita tahu pemerintah justru mengambil sikap sebaliknya, menempatkan korupsi sebatas kejahatan biasa dan membatasi wewenang KPK. Bahkan terkesan ramah terhadap pelaku korupsi," pungkasnya.

Ahok Didesak Mundur dari Jabatannya, Erick Thohir: Saya Tidak Mau Pergantian Itu

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati