logo


Bambang Widjojanto: Dulu Istilah Penghentian Penyidikan Tidak Pernah Dipakai

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai langkah KPK untuk menghentikan penyidikan 36 kasus korupsi bukan sesuatu yang layak dibanggakan.

22 Februari 2020 14:00 WIB

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10).
Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto saat ditemui di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (4/10). Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai penghentian penyidikan 36 kasus korupsi oleh KPK bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Ia menyebut jika istilah penghentian tersebut tidak pernah dipakai oleh Pimpinan KPK era sebelumnya.

“Di dalam banyak persentasi atau laporan dulu istilah penghentian penyidikan tidak pernah dipakai. Karena itu bukan prestasi yang perlu dibanggakan,” kata BW dalam keterangannya, Jumat (21/2).

Ia juga menegaskan bahwa istilah penghentian penyelidikan itu tidak dikenal dalam hukum acara pidana, jika merujk pada KUHAP, dan tidak disebutkan dalam UU Nomor 19 Tahun 2019 maupun UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor.


Penyelidikan Kasus Korupsi yang Dihentikan, KPK: Ada di Banyak Daerah, Ada di Kementerian

“Selalu saja ada klausul penyelidikan ditutup dan dibuka kembali jika ada peristiwa dan fakta yang dapat dijadikan bukti permulaan untuk membuka penyelidikan baru,” sesal BW.

Aksi 212: Subsidi BBM Diambil untuk Kesehatan, BPJS Malah Naik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia