logo


PAN Sebut Tidak Perlu Lanjutkan RUU Ketahanan Keluarga Jika Rugikan Masyarakat

"Jika mudaratnya lebih besar, ya RUU itu tidak perlu dilanjutkan,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay.

22 Februari 2020 13:30 WIB

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay
Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay secara tegas menolak dikeluarkannya RUU Ketahanan Keluarga jika nantinya merugikan masyarakat.

“UU harus mengarah pada pengaturan bagaimana agar rakyat semakin sejahtera. Kalau ada RUU yang terlalu mengatur wilayah pribadi, perlu dilihat manfaat dan mudaratnya. Jika mudaratnya lebih besar, ya RUU itu tidak perlu dilanjutkan,” ujar Saleh kepada wartawan, Sabtu (22/2).

Pengusulan RUU Ketahanan Keluarga dinilai kurang efektif untuk menjawab fenomena sosial masyarakat di Indonesia. Pasalnya, sudah ada organisasi-organisasi di masyarakat yang memiliki program kerja dan agenda yang terkait dengan pembinaan keluarga.


Mengaku Terinspirasi Kisah Bang Toyib, Ali Taher Rumuskan RUU Ketahanan Keluarga

“Organisasi seperti Aisiyah, Muslimat NU, Nasyiyatul Aisiyah, dan Fatayat NU sudah memiliki pengalaman yang cukup lama dalam melakukan pembinaan keluarga. Begitu juga organisasi-organisasi perempuan lainnya yang cukup banyak berkembang dan subur di Indonesia. Termasuk tentunya majelis-majelis taklim ibu-ibu. Rata-rata program dan agenda kerjanya adalah terkait dengan ketahanan dan pembinaan keluarga,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia meminta agar organisasi-organisasi tersebut untuk dilibatkan secara aktif dalam penyusunan RUU Ketahanan Keluarga.

“Saya dengar, mereka belum diajak. Itulah sebabnya barangkali, mengapa banyak aktivis perempuan yang mengkritik substansi RUU Ketahanan Keluarga itu. Ini penting untuk didengar oleh fraksi-fraksi yang ada di DPR,” ungkapnya.

Anggotanya Tak Setuju RUU Ketahanan Keluarga, Gerindra Akan Panggil Sodik

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia