logo


Aksi 212: Subsidi BBM Diambil untuk Kesehatan, BPJS Malah Naik

Aksi 212 menyoroti berbagai isu dugaan korupsi seperti Asabri, Jiwasraya, dan utang BPJS Kesehatan.

22 Februari 2020 11:15 WIB

Aksi FPI dan Sejumlah Ormas di Bundaran Patung Kuda
Aksi FPI dan Sejumlah Ormas di Bundaran Patung Kuda dok jitunews/khairul anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ribuan massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) mulai dari Front Pembela Islam (FPI), GNPF Ulama dan Alumni Persaudaraan (PA) 212 menggelar aksi 212 yang bertemakan ‘Berantas Mega Korupsi, Selamatkan NKRI’ di bunderan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (21/2/2020) kemarin.

Mereka menyoroti berbagai isu dugaan korupsi seperti Asabri, utang BPJS Kesehatan, dugaan korupsi Jiwasraya, dan mengkritik KPK terkait penghentian penyelidikan kasus korupsi di Tanah Air.

“Sekarang Ketua KPK baru berapa bulan, 3 bulan kurang lebih. Sudah 36 kasus didiamkan dan sekarang tidak lagi diusut,” teriak sang orator.


KPK Buka Peluang Lanjutkan Penyelidikan 36 Kasus Korupsi yang Dihentikan

“Semuanya setuju (yang) korupsi digantung di Monas?” sambungnya.

Massa aksi juga mendesak Pemerintah untuk lebih serius dalam mengungkap kasus suap Harun Masiku, mengingat keberadaannya tidak jelas dan menjadi buron selama lebih dari 1 bulan.

"Harun Masiku ke mana sudah 30 hari lebih. Mati enggak jelas," seru orator aksi 212.

Orator aksi juga menyoroti langkah kebijakan pemerintah yang mengalihkan subsidi BBM untuk dialokasikan ke sektor kesehatan. Namun, iuran BPJS Kesehatan justru tetap dinaikkan.

"Negeri ini bangkrut lantaran korupsi. Subsidi BBM diambil untuk kesehatan. BPJS malah naik," lanjutnya.

Penyelidikan Kasus Korupsi yang Dihentikan, KPK: Ada di Banyak Daerah, Ada di Kementerian

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia