logo


Antisipasi Ancaman di Fasilitas Kapal & Pelabuhan, Pertamina Gelar Simulasi Exercise ISPS Code

Simulasi ISPS Code bertujuan untuk mengukur kesiapan dan kesigapan dalam mengantisipasi ancaman dan gangguan keamanan

20 Februari 2020 20:54 WIB

kegiatan simulasi Exercise International Ships & Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (20/2)
kegiatan simulasi Exercise International Ships & Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (20/2) Dok. Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) III melaksanakan kegiatan simulasi Exercise International Ships & Port Facility Security (ISPS) Code di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) Tanjung Priok. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengantisipasi ancaman dan gangguan di fasilitas kapal dan pelabuhan di lingkungan operasi.

Region Manager Marine III, Erfien Purwanto membuka kegiatan tersebut dan menyampaikan tujuan simulasi ISPS Code untuk mengukur kesiapan dan kesigapan dalam mengantisipasi ancaman dan gangguan keamanan.

“Kemampuan petugas dalam penanganan ancaman serta koordinasi antar berbagai instansi terkait, akan diukur dalam latihan ini, agar dapat meminimalisir gangguan operasional Pertamina dalam menjamin ketersediaan energi,” kata Erfien di Jakarta, Kamis (20/2).


Polemik RUU Omnibus Law, Surya Paloh Minta Pemerintah Gelar Diskusi Terbuka

Sesuai ketentuan International Ships And Port Facility Security (ISPS) Code, setiap fasilitas pelabuhan yang telah mendapatkan Statement of Compliance of a Port Facility dari pemerintah, wajib melaksanakan kegiatan Exercise ISPS Code minimal 1 kali dalam setahun, atau tidak lebih dari 18 bulan.

Unit Manager Communication & CSR - MOR III Dewi Sri Utami menyampaikan, pelaksanaan latihan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS) Code kali ini dilaksanakan dengan latihan penanggulangan kebakaran dan tumpahan minyak di perairan.

Diawali dengan skenario upaya pencurian minyak dari oknum yang menyamar sebagai nelayan. Upaya pencurian berhasil digagalkan, namun salah satu oknum berhasil melarikan diri dan membuang barang bukti ke perairan serta membakarnya. Saat itu, diperlukan langkah penanggulangan tumpahan minyak serta pemadaman kebakaran.

Dalam latihan ini, Pertamina didukung oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), TNI AL, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan Dit Pol Air. Sinergi tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak dari ancaman yang terjadi. Hal ini tentunya karena pelabuhan migas merupakan objek vital nasional.

“Pelatihan ini sekaligus menjadi ukuran bagaimana kemampuan Pertamina dalam memitigasi risiko ancaman, karena lokasi latihan merupakan salah satu titik konsentrasi bongkar muat migas dengan jadwal yang padat untuk mendukung ketersediaan energi nasional,” jelasnya.

Untuk diketahui, ISPS merupakan Code atau suatu konvesi yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO) yang diberlakukan untuk kapal-kapal yang melakukan pelayaran internasional dan juga bagi pelabuhan-pelabuhan terbuka yang dikunjungi kapal-kapal.

Hasil Survei Sebut Kinerja Prabowo Memuaskan, Dahnil: Posisinya Hanya Ingin Kerja Saja

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex