logo


Soal Omnibus Law, DPR Sebut Banyak Kepentingan yang Saling Bertabrakan

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai Draft RUU Omnibus Law tak sinkron karena banyak tabrakan kepentingan.

20 Februari 2020 15:45 WIB

Sufmi Dasco Ahmad.
Sufmi Dasco Ahmad. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut adanya ketidak-sinkron-an dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja disebabkan karena banyak kepentingan yang saling bertabrakan.

"Ada banyak kepentingan dan hal yang saling bertabrakan di sini. Sehingga tidak dihindari ada ketidaksinkronan yang juga disebabkan pasal-pasal yang selama ini sudah berjalan," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/2).

Ia bersyukur banyak pihak, termasuk masyarakat yang mencermati ketidaksesuaian antara draft yang diajukan oleh pemerintah tersebut dengan Undang-Undang yang berlaku, sehingga memudahkan DPR untuk melakukan pembahasan terkait perbaikannya.


Minta Masukan Ulama Soal Omnibus Law, Puan: Jangan Sampai UU yang Dihasilkan Mencederai Masyarakat

"Mari kita bahas bersama, lalu kita masukkan pendapat dari publik. Kita buat forum diskusi kluster baik yang namanya upah, sertifikasi halal, dan apapun namanya lain mari kita bahas bersama agar klir dan menjadi undang-undang dan enggak menjadi kontroversi lagi," ucapnya.

Ia mengatakan bahwa DPR akan memberi waktu kepada pemerintah untuk merevisi draft RUU tersebut sehingga tidak menimbulkan polemik.

"Kalau menurut saya, diperbaiki pada saat pembahasan bersama di DPR. Pemerintah dengan DPR mana-mana yang salah ketik, salah persepsi, itu disamakan," ujar dia.

Soal RUU Omnibus Law, Jokowi: Masyarakat Bisa Memberikan Masukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia