logo


Kesehatan Modal Dasar Pembangunan Nasional

Kesehatan tidak hanya penting untuk diri sendiri, tetapi juga menjaga keberlangsungan masa depan generasi penerus bangsa.

19 Februari 2020 19:37 WIB

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin ke depan akan fokus pada lima agenda prioritas kerja. Prioritas paling utama yakni pembangunan sumber daya manusia (SDM) diantaranya meliputi pembangunan di bidang kesehatan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa kesehatan adalah modal paling dasar untuk membangun manusia Indonesia. Kesehatan tidak hanya penting untuk diri sendiri, tetapi juga menjaga keberlangsungan masa depan generasi penerus bangsa.

"Salah satu prioritas kita adalah pembangunan di bidang kesehatan. Menurut saya, orang mau macam-macam yang penting satu yaitu harus sehat dulu. Tanpa sehat rasanya kita tidak punya arti apa-apa," ujarnya saat membuka acara Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2020 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.


Menko PMK akan Koordinasikan Program Penurunan Tingkat Kemiskinan dan Tingkat Stunting

Menurut Muhadjir, keseriusan pemerintah dalam upaya membangun kesehatan di Tanah Air telah dibuktikan mulai dari memastikan kaum muda agar siap membangun rumah tangga yang nantinya akan melahirkan calon-calon generasi penerus bangsa masa depan.

Gambaran kesehatan yang harus menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah, ialah mengenai masalah stunting. Data menunjukkan 3 dari 10 anak di bawah usia 5 tahun menderita stunting yang berdampak tidak saja mengganggu pertumbuhan anak tetapi juga menghambat perkembangan kecerdasan otak.

"Stunting ini bisa menjadi awal lahirnya generasi miskin di Indonesia. Kalau dibiarkan berpotensi akan menambah jumlah angka kemiskinan," tukas Menko PMK.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pemerintah lintas kementerian/lembaga, daerah, serta berbagai organisasi kesehatan maupun organisasi kemasyarakatan agar saling bahu-membahu menyuarakan agar masyarakat Indonesia dapat menerapkan pola hidup sehat.

Menteri Kesehatan Terawan menjelaskan ada empat isu strategis yang menjadi arahan Presiden. Selain penurunan angka stunting juga penurunan angka kematian ibu dan bayi, perbaikan pengelolaan sistem jaminan kesehatan nasional, serta penguatan pelayanan kesehatan meliputi isu obat dan alat kesehatan.

"Sejak 2014 kita punya JKN di mana pemerintah menjamin akses pelayanan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu melalui bantuan iuran program JKN. Saat ini program JKN-KIS sudah mengalami perkembangan yang signifikan, terlihat dari jumlah kunjungan, pelayanan, maupun manfaatnya," ungkap Terawan.

Ia menjamin bahwa ke depan, pemerintah akan melakukan strategi melalui sinergisme, integrasi dan kolaborasi peran antara pemerintah pusat, pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten/kota, lintas sektor, organisasi masyarakat, organisasi profesi, NGO, dan peran swasta dalam rangka tujuan pembangunan kesehatan.

Sebagaimana arahan Menko PMK sebelumnya, Rakerkesnas Tahun 2020 dengan tema Promotif Preventif Membentuk SDM Unggul Indonesia Maju 2045 harus mampu melahirkan keputusan-keputusan strategi untuk kepentingan bangsa, khususnya di bidang pembangunan kesehatan.

Turut hadir pada pembukaan Rakerkesnas tersebut, Menteri Pertanian, Menteri Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kepala BKKBN, Ketua KPU, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, serta sejumlah perwakilan kementerian/lembaga, TNI, Kepala Dinas Kesehatan se-Indonesia, para Direktur RS, organisasi profesi, dan organisasi kemasyarakatan.

Kemenko PMK dan BNPB Bakal Pulangkan WNI yang Dikarantina di Natuna ke Daerah Asal

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan