logo


ISED: Perkembangan Bisnis Digital Masih Terfokus di Pulau Jawa

Adanya gap antara pulau Jawa dan daerah lainnya dalam soal pertumbuhan bisnis digital tidak lepas karena sarana infrastruktur digital

19 Februari 2020 15:57 WIB

Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED), Dianta Sebayang
Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED), Dianta Sebayang Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dewan Pakar Institute of Social Economic and Digital (ISED), Dianta Sebayang dalam workshop start up dan bisnis digital mengungkapkan bahwa perkembangan bisnis digital masih terfokus di pulau Jawa.

"DKI Jakarta menjadi tempat paling subur bagi pertumbuhan bisnis digital yang mencapai 52,62 persen. Kemudian Jawa Tengah sebesar 3,02 persen dan DI Yogyakarta mencapai 5,44," ujar Dianta di Jakarta, Rabu (19/2).

Menurutnya, adanya gap antara pulau Jawa dan daerah lainnya dalam soal pertumbuhan bisnis digital tidak lepas karena sarana infrastruktur digital yang disediakan oleh pemerintah atau swasta lebih masif di Jawa.


Presiden Jokowi: Libatkan Masyarakat dalam Proses Pembangunan Papua

Saat ini menurutnya, upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur telekomunikasi hingga ke daerah sudah cukup baik, namun demikian, ia berharap akselerasi pembangunan perlu dilakukan agar masyarakat di pelosok bisa segera menikmati layanan teknologi.

Lanjut Dianta menjelaskan, berdasarkan indeks World Digital Competitiveness Asia Pasific, rangking Indonesia masih berada di urutan ke 56. Capaian ini kalah jauh dibandingkan Hongkong yang menempati urutan sebelas dan Singapura yang menempati urutan kedua.

"Pemerintah harus memaksimalkan upaya agar peringkat daya saing industri digital membaik," pungkasnya.

Menyongsong Era Disrupsi, Perguruan Tinggi Harus Beri Bekal Literasi Digital

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan