logo


Tangkal Penyebaran Virus Corona, China Musnahkan Uang Tunai

Uang tunai menjadi salah satu barang yang seringkali berpindah tangan

18 Februari 2020 21:19 WIB

The Straits Times

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bank Central China berencana memusnahkan uang tunai yang diduga memiliki potensi terkena infeksi virus corona. Upaya tersebut dilakukan demi menangkal penyebaran virus yang bernama Covid-19 itu.

Dilansir dari CNNBusiness, benda mati memang tidak bisa menjadi media penularan virus corona. Namun, orang yang terjangkit bisa menularkan lewat cairan ketika memegang barang mati seperti dari ludah, keringat dan lainnya.

WHO menyebutkan setidaknya virus tersebut bisa bertahan beberapa jam di permukaan. Hal tersebut menjadi salah satu alasan suatu bangunan yang terkena dampak wabah disterilkan secara teratur menggunakan disinfektan. Bagian yang dimaksud seperti tombol lift, pegangan pintu dan permukaan yang sering disentuh lainnya.


Virus Corona Bikin Masyarakat Panik, Muhadjir: Tidak Perlu Pakai Masker, Kecuali Punya Duit Banyak

Uang tunai menjadi salah satu barang yang seringkali berpindah tangan. Pemerintah pusat mengungkapkan jika bank di China harus mencuci uang tunai mereka, mendisinfeksi dengan sinar ultraviolet dan suhu tinggi, lalu menyimpannya selama tujuh hingga 14 hari sebelum melepaskannya kepada pelanggan.

Perlakuan khusus ditujukan terhadap uang tunai yang berasal dari daerah infeksi berisiko tinggi, seperti rumah sakit dan pasar basah. Dalam prosedurnya, uang tersebut akan dikirim kembali ke bank sentral alih-alih disirkulasi ulang. Bank Central cabang Guangzhou akan menghancurkan uang kertas yang berisiko tinggi.

Pihak bank akan mengeluarkan sejumlah besar uang tunai baru yang tidak terinfeksi demi menebus pasokan yang 'hilang' karena dibakar atau dibersihkan. Bank central bahkan sudah mengalokasikan 4 miliar yuan (sekitar US$73,5 juta) dalam bentuk uang kertas baru ke Wuhan, kota di mana wabah dimulai sejak Januari lalu.

Pemerintah Punya Agenda Panjang untuk Perangi Virus Corona

Halaman: 
Penulis : Iskandar