logo


Genjot Produksi dan Pelestarian Perairan Umum di Pekalongan, KKP Tebar 400 Ribu Benih Ikan Air Tawar

Pemanfaatan perairan umum yang berlebihan dapat menurunkan keseimbangan ekosistem perairan

18 Februari 2020 20:50 WIB

KKP Tebar benih ikan air tawar
KKP Tebar benih ikan air tawar Ist

PEKALONGAN, JITUNEWS.COM “Perairan umum memegang peranan penting bagi industri perikanan nasional sejak lama. Salah satunya, karena perairan tersebut bisa menghasilkan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan disukai masyarakat. Salah satu manfaat pengelolaan perairan umum ialah penyelamatan ikan endemik atau menjaga ekosistem lingkungan,” begitu kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

“Pemanfaatan perairan umum yang berlebihan dapat menurunkan keseimbangan ekosistem perairan,” ujar Slamet.

Atas dasar itulah, penebaran benih ikan kembali dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi di Kabupaten Pekalongan sebanyak 300 ribu ekor benih ikan nilem, dan 100 ekor benih tawes di 9 lokasi, Kabupaten Pekalongan, Jumat (14/2).


KKP Bangun Broodstock Center Ikan Air Tawar di Musi Rawas

Slamet mengatakan, program restocking sangat bermanfaat untuk meningkatkan stock populasi ikan dan atau produksi sumberdaya ikan di perairan umum dalam rangka pengelolaan sumberdaya perikanan melalui pengendalian dan pemanfaatan yang berpedoman pada kaidah-kaidah pelestarian sumberdaya hayati perairan.

“Hal penting juga dari kegiatan restocking ini adalah melestarikan keanekaragaman sumberdaya ikan di perairan umum dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat/nelayan di sekitar perairan umum melalui peningkatan pendapatan dari sektor perikanan dan kesempatan kerja tambahan dari sektor perikanan,” tutur Slamet.

Realisasi Kegiatan restocking di Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di 9 lokasi penebaran yaitu Sungai Sengkarang, Desa. Bugangan, Kec. Kedungwuni, Sungai Wuled, Desa Wuled, Kec. Tirto, Sungai Sigandu, Desa. Kalirejo, Kec Talun, Sungai Kebonsari, Desa. Kebonsari, Kec. Karangdadap, Sungai Kawung, Ds Timbangsari, Kec. Lebakbarang, Sungai Wisnu, Ds. Mendolo, Kec. Lebakbarang, Curug Jlarang, Ds.Sidomulyo, Kec. Lebakbarang, Danau Sitawang, Kecamatan Paninggaran dan Embung Bojong Ireng, Kecamatan Paninggaran.

Pelepasan benih dilakukan oleh Kepala Desa, Kelompok Masyarakat Pengawas dan Tokoh Masyarakat dari masing-masing desa tempat/lokasi restocking tersebut dilakukan. Namun, di beberapa tempat tertentu seperti di Sungai Sengkarang dan Curug Jlarang pelepasliaran ikan dilakukan oleh Kepala Dinas dan Sekdin Perikanan Kabupaten Pekalongan serta staf dan para PPL Kabupaten Pekalongan, sedangkan dari BBPBAT Sukabumi diwakili oleh Teguh Prayoga, S.St.Pi.

Kepala Dinas Fachrudin mengatakan dengan adanya kegiatan bantuan benih untuk restocking ini dikelola dan dijaga dengan baik sehingga dapat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat.

“Saya secara pribadi berharap dengan restocking ini dapat menyadarkan masyarakat penangkap ikan (nelayan) di sungai untuk tidak lagi menggunakan alat strum dan bahan beracun. Karena ternyata sulit sekali untuk mengembalikan populasi ikan di sungai itu, memerlukan waktu yang lama,” tegas Fachrudin.

Dalam rangka mendukung wisata di Kabupaten Pekalongan, pemerintah setempat juga menggalakkan wahana baru sebagai destinasi wisata salah satunya wisata air di perairan umum seperti Sungai, Curug, Embung dan ikan air tawar sebagai pendukung.

“Saat di Kabupaten Pekalongan, wisata kuliner yang dipadukan dengan alam asri seperti perairan umum mulai berkembang,” kata Fachrudin.

Seperti halnya ada budidaya lokal tahunan, tambah Fachrudin, yang sekarang dijadikan wisata tahunan yaitu Buka Bendung Gembiro di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Ia menuturkan, ketika pintu bendungan dibuka ada acara penangkapan ikan secara massal yang diikuti oleh warga Kabupaten Pekalongan sendiri dan warga dari luar dengan cara menangkap memakai jala tebar, serok/sener, jaring gillnet. Kemudian, acara tersebut dipadukan dengan pentas budaya tari wayang dan seni lainnya juga ada bazar serta penjualan ikan hasil tangkapan secara langsung.

Ketua Kelompok UPR Fandi (Kelompok Karya Muda Sinangohprendeng), Ahmad Zulfikar Afandi, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan indukan yang diberikan kepada UPR pembenihan di Kabupaten Pekalongan. Dengan adanya bantuan tersebut, kata Ahmad, produksi benih lokal di sini dapat meningkat, yang tadinya hanya bisa produksi kurang lebih 100 ribu/bulan sekarang sudah mencapai 200 ribu/bulan, hal ini tentunya sangat membantu para pembudidaya dan ketersediaan ikan lele konsumsi di Kabupaten Pekalongan yang sudah mulai tercukupi, serapan pakan hasil produksi sendiri pun mulai meningkat.

“Terkait bantuan benih nilem dari KKP, di Kabupaten Pekalongan memang belum banyak diperairan kabupaten, sehingga memang perlu pengembangan ikan nilem. Jadi saya kira pas dan tepat sasaran program restocking benih nilem di sini,” pungkasi Fachrudin.

SKPT Mimika Berdampak Positif Pada Ekonomi Perikanan Masyarakat di Timur

Halaman: 
Penulis : Vicky Anggriawan
 
×
×