logo


DPR Minta Persoalan Salah Ketik RUU Omnibus Law Jangan Dibesar-besarkan

Kan sudah dibilang ada salah pengetikan, nggak usah dibahas lagi

18 Februari 2020 20:42 WIB

Sufmi Dasco Ahmad.
Sufmi Dasco Ahmad. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pasal 170 yang termuat dalam draf Rancangan Undangan-undang sapu jagat atau Omnibus Law Cipta Kerja menuai berbagai sorotan publik. Dalam Pasal 170 Omnibus Law Cipta Kerja menyebut peraturan pemerintah bisa membatalkan undang-undang.

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad meminta agar hal itu tidak dibesar-besarkan lagi, pasalnya pemerintah telah mengakui adanya kesalahan pengetikan di dalam pasal tersebut.

“Kan sudah dibilang ada salah pengetikan, nggak usah dibahas lagi,” kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/2/2020).


Salah Ketik di RUU Omnibus Law, Dasco Ahmad: Nanti Kita Perbaiki

Dalam hal ini, Dasco mengatakan pemerintah harus segera memperbaiki kesalahan tersebut sebelum diserahkan dan dibahas bersama DPR.

“Dalam draf itu kan ada kesalahan ketikan, oleh karena itu, nanti kita kasih kesempatan memperbaiki atau nanti kita perbaiki disini sebelum kemudian kita bahas lebih lanjut. kan nanti ada rapat antara pemerintah dengan DPR, pada saat itu lah nanti kita kasih kesempatan, pemerintah untuk me-review draf tersebut,” tuturnya.

Dasco mengatakan, draft omnibus law cipta kerja itu sendiri sebenarnya masih akan dibahas dalam rapat pimpinan DPR, sebelum dibawa ke Badan Musyawarah (Bamus) untuk menentukan apakah pembahasannya dilakukan di komisi, baleg atau pansus.

"Nanti baru akan diteliti di situ. Kemudian sudah terjadi kesalahan yang telah diakui salah pengetikan," tuturnya.

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan bahwa DPR akan segera menggelar rapat dengan pemerintah untuk membahas RUU tersebut.

“Kita mungkin akan rapim minggu ini, tapi kemudian untuk jadwal dengan pemerintah itu setelah kita bamuskan setelah rapim,” pungkasnya.

Maklumi Salah Ketik Pasal Omnibus Law, DPR: Yang Ngerjain kan Masih Manusia, Bukan Mesin

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Vicky Anggriawan