logo


Maklumi Salah Ketik Pasal Omnibus Law, DPR: Yang Ngerjain kan Masih Manusia, Bukan Mesin

Salah ketik yang dimaksud ada pada pasal 170 yang menyebutkan ketentuan PP bisa mengubah ketentuan UU

18 Februari 2020 18:21 WIB

Sufmi Dasco Ahmad.
Sufmi Dasco Ahmad. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad mengaku maklum soal adanya kesalahan pengetikan dalam draf omnibus law RUU Cipta Kerja. Keliru yang dimaksud adalah ketentuan PP bisa mengubah ketentuan UU yang tertera pada pasal 170.

"Ya ini kan drafnya tebal sekali ya, tebal sekali. Kemudian kemarin tenggat waktu sempit dan ini yang ngerjain kan masih manusia, bukan mesin. Jadi human error itu masih bisa saja terjadi," kata Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, dilansir dari cnnindonesia.com, Jakarta, Selasa (18/2).

Menurut Dasco, DPR belum sempat memeriksa ulang draf tersebut dikarenakan baru saja diserahkan oleh pemerintah pada pekan lalu.


DPR Minta Pemerintah Libatkan Masyarakat Lokal dalam Pemindahan Ibu Kota

Waketum Gerindra itu menilai pemerintah masih punya waktu untuk memperbaiki draf RUU Ciptaker. Sebab, lanjut Dasco, salah ketik terjadi bukan pada naskah yang disahkan melainkan baru sebatas dalam draf.

"Kan nanti ada rapat antara pemerintah dengan DPR. Pada saat itulah nanti kita kasih kesempatan, pemerintah untuk me-review draf tersebut," tuturnya.

Gara-gara Ini, Sri Mulyani Berencana Tarik Kembali Suntikan Dana Rp 13,5 T ke BPJS

Halaman: 
Penulis : Iskandar